Agama 'Asli' Indonesia yang Tak Pernah Diakui Negara


Indonesia dikenal oleh dunia sebagai negara yang memiliki sifat toleransi tinggi. Hal itu karena Indonesia memiliki enam agama resmi yang diakui oleh pemerintah dan hidup berdampingan secara rukun. Namun sebenarnya, sebelum kepercayaan atau agama disebar ke Indonesia, negara ini memiliki 'kepercayaan' sendiri terhadap Tuhan.

Tapi sayangnya, tidak satupun agama 'asli' Indonesia masuk dalam jajaran yang diakui oleh pemerintah karena dianggap bukan agama, melainkan hanya sebuah kepercayaan atau animisme. Nah berikut ini dilansir dari laman Inovasee, Selasa 30 Mei 2017, adalah agama 'asli' Indonesia yang kini mulai terkikis zaman dan hanya dianut oleh sebagian masyarakat saja.


Sunda Wiwitan

Seperti namanya, agama ini dianut oleh sekelompok masyarakat Sunda sejak ratusan tahun yang lalu. Agama Sunda Wiwitan ini sudah ada bahkan sebelum agama Hindu dan Buddha masuk ke Indonesia. Jaman sekarang, kamu masih bisa menemukan penganut Sunda Wiwitan di daerah Kanekes, Kampung Naga Banten, Cirebon, Cigugur dan Kuningan.

Sunda Wiwitan memuja arwah nenek moyang sebagai entitas yang ditinggikan. Seperti Islam, Tuhan mereka satu yang disebut Sang Hyang Kersa. Kebudayaan dan tradisi mereka sudah banyak terpengaruh unsr Hindu dan Islam.

Kejawen

Kejawen dianut oleh masyarakat Jawa sejak ratusan tahun silam. Penganutnya tetap memiliki agama utama (agama resmi) dan menjalankan perintah serta larangan, namun tetap menjalankan lelaku sebagai masyarakat pribumi Jawa yang taat dengan leluhur. Penganut Kejawen mengatakan ini bukanlah agama meskipun memiliki ciri-ciri seperti sebuah agama.



Kejawen memiliki misi dan empat hal wajib yang harus dilakukan penganutnya. Seorang manusia Jawa harus menjadi rahmat bagi dirinya sendiri, menjadi rahmat bagi keluarga, rahmat bagi sesama dan menjadi rahmat bagi alam semesta.

Marapu

Marapu adalah agama asli Sumba yang telah ada sejak ratusan tahun lalu. Agama ini melakukan pemujaan terhadap nenek moyang yang telah meninggal. Penganutnya percaya bahwa orang yang meninggal akan pergi ke tempat indah layaknya surga.

Marapu memiliki kompleksitas agama yang bisa dilihat dari banyaknya upacara keragaman. Kematian, kelahiran hingga pernikahan akan diwujudkan dengan pesta besar. Tak hanya kaya tradisi, penganut Marapu juga percaya dengan makhluk gaib, kekuatan gaib dan kekeramatan benda.

Kaharingan

Agama ini berasal dari Kalimantan yang banyak dianut oleh suku Dayak. Kaharingan percaya adanya entitas (Tuhan yang Maha Esa) yang sering disebut Ranying. Pada tahun 1980, agama Kaharingan dimasukkan ke agama Hindu oleh pemerintah karena dinilai ada kemiripan tradisi dan lelakunya.


Agama kaharingan

Meskipun begitu ada beberapa tradisi asli Kaharingan yang tidak dapat disamakan dengan agama lainnya. Salah satunya mereka memiliki tempat ibadah sendiri yang biasa disebut Balai Basarah.


Sumber : Dari berbagai Sumber
Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

1 komentar:

  1. Biarkan Negara menjamin kebebasan memeluk agama Dan kepercayaannya masing2

    BalasHapus

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya