Lady Diana dan Peran Kocak Yang Bikin Kita Terbahak-bahak


Putri Diana menyalami seorang pasien pengidap Aids. Sumber: Rare Historical Photos
Hari ini 20 tahun yang lalu, dunia terhenyak dengan meninggalnya mantan Putri Wales, Diana Spencer, yang tersohor dengan julukan Lady Di, akibat kecelakaan mobil di Paris. Kematian Diana yang mendadak menyentak dunia, bahkan beberapa minggu setelahnya pun beberapa belahan dunia masih berkabung.

Meski hanya sempat mencicipi kehidupan istana kurang lebih selama 15 tahun, Diana dikenal sebagai salah satu aristokrat Inggris yang paling berpengaruh. Memiliki jiwa sosial yang tinggi dan dengan rakyat, Diana adalah sosok yang sangat disayangi oleh rakyat Inggris.

Dalam suatu kesempatan, Pangeran Charles, mantan suami Diana, pernah berkata bahwa ia berencana memiliki dua istri karena ia "tidak tahan" mendengar keluhan warga Inggris yang kecewa karena berada di sisi jalan yang salah ketika iring-iringan keduanya melintas di jalan.

Diana juga dikenal vokal menyerukan kepedulian terhadap penyakit-penyakit yang mendapat stigma negatif dan tabu dibicarakan masyarakat, seperti HIV/Aids dan kusta.

Ia pernah berkunjung dan bersalaman tanpa sarung tangan dengan seorang penderita penyakit Aids. Pernah juga memeluk seorang bocah yang mengidap penyakit mematikan tersebut. Foto-foto inilah yang kemudian membantu mengubah persepsi masyarakat dunia tentang pengidap HIV/Aids.

Begitulah Diana, meski ia sendiri tidak pernah nyaman menjalani hidupnya sebagai seorang Putri Mahkota dari sebuah kerajaan besar, namun ia mampu menjalankan perannya sebagai bangsawan untuk memperjuangkan kemanusiaan.

Beda dengan yang terjadi di masyarakat kita. Gelar raja dan bangsawan membuat seseorang mabuk akan rasa hormat dan sembah takzim dari rakyat. Bahkan, saking inginnya dihormati masyarakat, ada orang yang dengan masygul menobatkan dirinya sebagai raja penerus dari sebuah kerajaan besar di masa lampau.

Sungguh-sungguh kocak dan bikin kita terbahak-bahak.

Sebenarnya, di tengah popularitas surat terbuka yang menanjak sejak Pilpres 2014, saya ingin menulis sepucuk surat kepada dia: "Bung, cukuplah para pelawak saja memainkan peran kocak di panggung untuk menghibur kita."
Share on Google Plus

About putu winarta

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya