Calon Gubernur Harus Memperjelas Penolakannya Terhadap Reklamasi




REDAKSIBALI.COM-DENPASAR. Setiap Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018-2013 harus menekankan visi misinya kepada masyarakat, terutama soal penolakannya terhadap reklamasi. Mengingat reklamasi yang terjadi di Pulau Bali terdapat di banyak tempat. Beberapa tempat yang sudah direklamasi adalah Bandara Internasional Ngurah Rai dan Pulau Menjangan. Disamping itu, reklamasi bodong juga dilakukan oleh tersangka kasus reklamasi di Teluk Benoa yang saat ini mendekam di penjara.

Selain proyek reklamasi Teluk Benoa, rencana reklamasi juga akan dilaksanakan pada pembangunan bandar udara di Buleleng. Hal itu disampaikan oleh I Wayan Lanang Sudira yang berasal dari Batuan, Sukawati, Gianyar dalam acara Simakrama Gubernur Bali yang bertajuk "Mencari Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018-2023" yang bertempat di Wantilan Gedung DPRD Provinsi Bali pada, Sabtu, (27/01).

Menurutnya, kedua pasang kandidiat Calon Gubernur Dan Wakil Gubernur saat ini belum mempunyai visi misi yang jelas terhadap penolakan reklamasi tersebut. "Reklamasi mana yang mereka tolak," celetuknya saat menyampaikan tanggapannya terdapat Gubermur Bali, Made Mangku Pastika.

Sementara itu, lanjut Lanang Sudira, rencana reklamasi  Teluk Benoa belum digarap sedikitpun oleh investor.  Walaupun sudah ada Perpres No 51 Tahun 2014, lalu ada ijin lokasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, investor belum melaksanakan program reklamasi. "Satu butir kerikir pun investor itu belum belum melaksanakan," ucapnya.

Sementara itu, Lanang Sudira melihat, reklamasi terselubung telah dilaksanakan di Teluk Benoa yang dilakukan oleh Pelindo. "Atau reklamasi ini yang ditolak, atau reklamasi perluasan Bandara Ngurah Rai atau reklamasi yang dilakukan oleh anggota DPR yang sudah mendekam di penjara itu," paparnya.

Selain mewacanakan soal reklamasi, Lanang Sudira juga melihat bahwa kedua pasang kandidat saat ini sama sekali belum terlihat jelas programnya. Ia berkaca dari gubernur Bali pertama  memiliki pembangunan yang jelas. Pada pembangunan Gubernur AA Bagus Sutedja pembangunan secara jelas dilaksanakan dengan memindahkan ibukota Provinsi Bali dari Singaraja ke Denpasar. Selain itu pada kepemimpinan Brigjen TNI Sukarmen ia melihat fokus pembangunan pada infratruktur. "Di desa saya dibangun bendungan besar, sampai sekarang ada tugu disana yang bertanda tangan beliau. Jembatan, (dan) saluran irigasi semua dibangun pada jaman beliau," tuturya.

Ia melanjutkan, pembangunan paling jelas terlihat pada kepemimpinan Made Mangku Pastika. Menurutnya, pembangunan Made Mangku Pastika jelas seperti hadirnya Jalan Tol Bali Mandara yang menjadi jalan tol terindah di Indonesia bahkan se-Asia. Selain itu hadir pula Rumah Sakit Mata Internasional, dan di bidang pendidikan hadir Sekolah Bali Mandara. "Gubernur yang akan datang apa sih programnya. Berani tidak mereka menggelar kampanye di lokasi rencana reklamasi di Teluk Benoa itu. Mau ngga mereka memasang baliho disana yang besar-besar. Jangan sampai reklamasi hanya dijadikan sebagai komoditas politik," tantangnya.

Menanggapai hal tersebut, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengaku akan mengusulkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali untuk membuka dokumen pendaftaran Gubernur dan Wakil Gubernur. Menurutnya, pada saat pendaftaran Calon Gubernur Dan Wakil Gubernur sudah harus menyampaikan visi misi. "Barangkali nanti saya bicara dengan KPU untuk dokumen itu dibuka. Agar kita semua tahu visi misi calon. Saya kira itu dokumen yang bisa dibuka dan bukan rahasia," paparanya. (sui)
Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya