Denpasar Butuh Zona Selamat Sekolah, Pemkot Beralasan Minim Dana

Sumber Gambar: Habadaily.com


Denpasar selalu gencar mengatakan kota layak anak. Tapi, sayangnya Pemkot Denpasar tidak bisa menyediakan Zona Selamat Sekolah di seluruh lokasi sekolah di Kota Denpasar. Padahal itu sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

Banyak kendaraan yang melintas dan kerap melaju kencang.  Anak-anak pun harus berhati-hati ketika menyeberang. Hal itu menjadi banyak sorotan dan membuat khawatir orang tua siswa.  Apalagi banyak sekolah yang berada di samping jalan raya.

Pemerintah Kota Denpasar didesak menyediakan zona selamat sekolah untuk melindungi para siswa ketika menyeberang. Sayangnya, Pemkot melalui Dishub Kota Denpasar tidak dapat memenuhi semua sekolah yang terletak di samping jalan raya. 

Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Denpasar, I Nyoman Sustiawan saat dikonfirmasi Jum'at, (19/1) mengungkapkan sedikitnya terdapat 25 permohonan yang mengajukan untuk dipasang Zona Selamat Sekolah. Tapi, karena minimnya dana pihak Dishub Kota Denpasar baru bisa memasang tiga saja. Ketiga Zona Selamat Sekolah itu berada di Jalan Diponegoro, yakni SD Anugerah, SD Harapan dan SD Pesanggaran.  “Permohonan yang masuk ke kami untuk Zona Selama Sekolah sangat banyak. Pada tahun 2017 baru direalisasikan tiga sekolah untuk zona selama sekolah,” ucapnya. 

Diakuinya, tahun ini Dishub mengusahakan untuk memasang di lima sekolah. Namun, dana yang ada sangat sedikit sekitar Rp 60 juta. Kemungkinan hanya bisa untuk satu sekolah.  “Pokonya yang perlu itu sekolah yang berada di sekitar jalan protokol dan kawasannya campuran. Diutamakan untuk SD. Ya kami usahakan ada lima lah tahun ini. Kalau lokasinya sekolah besar, bisa saja. Cuma satu saja yang bisa untuk tahun ini,” ujarnya. 

Sustiawan menuturkan dengan adanya Zona Selamat Sekolah bisa mencegah terjadinya kecelakaan terhadap siswa. Apalagi saat siswa menyebrang jalan, kadang kala pengendara tidak memperdulikan pejalan kaki. Dengan adanya Zona Selamat Sekolah bisa mendidik masyarakat sekitar sekolah selaku pengguna jalan untuk memberi hak jalan kepada pejalan kaki dan bagi murid secara khusus.

Zona Selamat Sekolah tersebut adalah suatu kawasan di sekitar sekolah yang perlu dikendalikan lalu lintas kendaraan menyangkut kecepatan, parkir, menyalip, pejalan kaki yang menyeberang jalan. Pengendalian perlu dilakukan mengingat banyak anak-anak sekolah yang berjalan kaki menuju sekolah. Dalam desain Zona Selamat Sekolah akan ada karpet merah, pita penggaduh, dan rambu-rambu larang parkir agar steril  dan nyaman bagi siswa sekolah.

Sementara itu, di Pengaduan Rakyat Online (PRO) Denpasar salah satu orang tua siswa di  Kota Denpasar mendesak agar Pemkot melengkapi sarana Zona Selamat Sekolah di SDN 11 Peguyangan. Hal itu dikarenakan berada di dalam cekungan jalan yang membahakan bagi siswa jika menyeberang jalan. Dikatakan pengendara yang melintasi jalan tersebut kerap kali melaju dengan kencang tanpa peduli pejalan kaki, apalagi yang menyeberang jalan kebanyakan dari siswa-siswi di SD tersebut.

“Oleh karena itu saya meminta agar jalan di depan sekolah ini bisa dilengkapi/dirubah menjadi Zona Selamat Sekolah sesuai dan mengacu pada aturan dari Dirjen Perhubungan Darat yang juga mengacu pada PP No.32 Tahun 2011 tentang Manajemen dan Rekaya Analisis Dampak serta Manajemen Kebutuhan Lalu Lintas dan UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dengan adanya zona itu dapat meningkatkan kewaspadaan para pengguna jalan dan pemakai kendaran. Terutama para siswa sekolah itu sendiri” tulisnya dalam aduan tersebut. 
Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya