Kuota Mahasiswa Baru Unud 5900, Rektor Minta Jangan Manipulasi Data



REDAKSIBALI.COM-BADUNG. Menjelang tahun ajaran baru 2018/2019, jalur penerimaan mahasiswa baru Perguruan Tinggi Negeri (PTN) akan dilaksanakan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Seleksi Mandiri. Hal ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi; Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi; Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri.

Jalur SNMPTN dilaksanakan melalui seleksi hasil penelusuran prestasi dan portofolio akademik siswa yang bersumber dari Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), sedangkan jalur SBMPTN melalui seleksi hasil ujian tulis dengan metode Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) atau Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) atau kombinasi hasil ujian tulis dan ujian keterampilan calon mahasiswa.

Demi menyeberluaskan hal tersebut, Universitas Udayana (Unud) melaksanakan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru dengan menghadirkan 277 SMA/SMK se-Bali di Auditorium Widya Sabha Kampus Bukit Jimbaran, Senin (29/01). Menurut Rektor Unud, Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K), kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lengkap kepada SMA/SMK, khususnya bagi mahasiswa kelas XII yang akan mengikuti jalur penerimaan mahsiswa baru. “Saya berharap pihak sekolah dalam melakukan pengisian PDSS tidak melakukan manipulasi data, karena dapat merugikan pihak sekolah maupun siswa,” ujarnya,

Universitas Udayana telah mempersiapkan daya tampung mahasiswa baru sebanyak 4.425 untuk program sarjana atau reguler dan 1.475 program diploma atau non reguler. Daya tampung tersebut berasal dari 40% jalur SNMPTN, 30% jalur SBMPTN, dan 30% jalur mandiri yang nantinya akan tesebar di 52 program studi. (dik)
Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya