Pemkot Denpasar Sasar Siswa SMP, Beri Pendidikan Kesehatan Reproduksi

Sekda Kota Denpasar, AAN. Rai Iswara saat membuka kegiatan evaluasi penguatan Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksual (PKRS), Jumat (26/1), di Ruang Pertemuan PKBI Bali


REDAKSIBALI.COM-DENPASAR. Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksual (PKRS) menjadi peran penting yang harus terus disosialisasikan kepada siswa sekolah. Sasaran siswa SMP yang sudah memasuki masa puber menjadi program Pemkot Denpasar untuk bersama-sama memberikan pemahaman antara pihak sekolah, orang tua dan pemerintah, yang nantinya para siswa dapat melindungi diri. Hal tersebut terungkap dalam kegiatan evaluasi penguatan Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksual (PKRS), Jumat (26/1), di Ruang Pertemuan PKBI Bali.

Pelaksanaan program ini Pemkot Denpasar bersinergi dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Bali. dan dibuka langsung Sekda Kota Denpasar, AAN. Rai Iswara. Tampak hadir juga dalam kesempatan ini Kepala Seksi UKS Kementerian Kesehatan RI, dr. Ni Made Diyah; Direktur Eksekutif PKBI Bali, I Ketut Sukanata; SRHR Specialist Rutgers WPF Indonesia, Harry Kurniawan dan segenap OPD terkait dilingkungan Pemkot Denpasar. 

Direktur Eksekutif PKBI Bali, I Ketut Sukanata, mengatakan  pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif memberikan kesempatan bagi remaja untuk mengeksplorasi nilai-nilai  dan sikap diri serta melatih kemampuan pengambilan keputusan, komunikasi, dan keterampilan penekanan risiko di semua aspek seksualitas. Untuk itu, PKBI Bali memiliki program Semangat Dunia Remaja (SETARA) yang telah dilaksanakan dari tahun 2017 sampai saat ini dengan memberikan percontohan terbaik di sekolah-sekolah yang ada di Denpasar. Uji cobanya sudah dilaksanakan di tiga sekolah SMP yang ada di Denpasar, yakni di SMP SLUB Saraswati, SMP Wisata Sanur dan SMPN 6 Denpasar. Kedepanya PKBI Bali akan memberikan pendidikan kesehatan reproduksi ke SMPN 3 Denpasar serta SMPN 4 Denpasar. 

Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara mengatakan ada tiga bidang pembangunan yang menjadi dasar agar pembangunan bisa terwujud dengan baik, yakni bidang pendidikan, sosial dan bidang kesehatan. Ketiga bidang ini harus terus bersinergi secara bersamaan agar semua kegiatan bisa berjalan dengan sukses. Salah satunya di bidang kesehatan khususnya mengenai masalah kesehatan reproduksi bagi remaja.

Kegiatan evaluasi PKRS bagi remaja ini, menurutnya, sangatlah penting sekali dilaksanakan, serta menjadi isu yang perlu ditangani, bukan hanya tanggung jawab orang tua dilingkungan keluarga, melainkan juga tanggungjawab sekolah dan Pemerintah. Dengan pendidikan kesehatan reproduksi akan membantu remaja memiliki informasi yang akurat menyangkut tubuh serta aspek reproduksi dan seksual. “Disinilah peran kita sebagai orang tua, baik dari keluarga, sekolah, maupun pemerintah untuk bisa menjaga para anak-anak kita dengan tidak menganggap pendidikan reproduksi dan seksual sebagai hal yang tabu lagi. Dan memberi informasi kepada remaja dengan sebaik-baiknya mengenai kesehatan reproduksi dan seksual, agar tidak terjadi penyimpangan seksualitas pada remaja,” ujar Rai Iswara. (dik)
Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya