Pilkada Rasa Seni


REDAKSIBALI.COM - DENPASAR Hampir semua warga sudah tahu, pada tahun 2018 ini akan diadakan pilkada serentak. Maka sering disebut tahun 2018 ini sebagai tahun politik. Tahun 2018 ini akan ada pemilihan Gubernur Bali periode 2018-2023. Juga akan digelar pemilihan Bupati Gianyar dan Bupati Klungkung.

Mengikuti tahapan pilkada tersebut, hampir semua menampilkan atraksi kesenian. Sehingga moment-moment politik tersebut menarik untuk ditonton. Menghibur warga. Para seniman juga seperti mendapatkan kesempatan dan panggung untuk menampilkan ciptaan dan kreasinya. Selepas moment besar tahuanan berupa Pesta Kesenian Bali (PKB) yang rutin digelar di Art Center Denpasar.

Jadi Pilkada sebagai perhelatan pesta demokrasi untuk memilih pemimpin, tetapi juga sebagai “pesta seni” bagi para seniman atau pelaku seni. Ratusan bahkan mungkin ribuan penabuh, penari, kreator seni, musisi, penyanyi, juru rias, pelatih, penyewaan kostum dll terlibat pada event demokrasi berupa pilkada ini.

Saat pendaftaran dan deklarasi bagi para calon, semua kandidat seperti berlomba-lomba mengusung tema seni budaya. Dengan menampilkan berbagai atraksi seni baik kesenian yang sudah dikenal maupun kesenian khas masing-masing daerah dimana event itu dilaksanakan.

Bahkan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat hadir di KPU Bali ketika kedua kandidat gubernur Bali melakukan pendaftaran, memuji beragam atraksi seni yang ditampilkan. Namun warga tetap tertib, meskipun massa yang hadir ketika itu sangat banyak. Bahkan Mangku Pastika ketika itu menyebut dan berharap pesta demokrasi atau Pilkada juga bisa sebagai ajang festival seni, sehingga menjadi daya tarik budaya.

Mungkin benar, banyak orang yang menyebutkan bahwa jiwa warga Bali sangat peka dengan seni. Sehingga mereka begitu antusias dan senang berkesenian. Di tiap banjar ada sekaa gong, yang rutin ngayah kalau ada upacara di Pura maupun saat ada upacara yadnya. Sanggar-sanggar seni bertebaran. Di sekolah-sekolah para murid juga mendapatkan ketrampilan menabuh atau menari. Jadi ketika ada event yang membutuhkan para penari, penabuh, kreator seni dll, tidak akan begitu sulit.

Begitupun pada saat tahapan kampanye nanti. Tidak sedikit seniman Bali, penyanyi Bali yang akan terlibat dan dilibatkan. Disamping memberi hiburan, tentu juga diharapakan akan mampu menyedot warga sebanyak-banyaknya untuk datang ke tempat kampanye.

Sekarang saja kalau kita perhatikan di media sosial, atau youtube sudah ada begitu banyak kreasi ciptaan para kreator seni terutama lagu-lagu yang berisi mulai dari himbauan agar pilkada berjalan damai, hingga ajakan untuk memilih satu calon.

Tak ketinggalan, kostum para kandidat bersama pasangan begitu anggun dan agung mengenakan busana adat. Para pendukung juga tidak berbeda, mereka serentak seragam memakai busana adat madya. Mungkin di Bali satu-satunya pesta demokrasi, pilkada yang menampilkan wajah seperti ini.

Ternyata pilkada di Bali juga sebagai lahan subur bagi para seniman untuk melahirkan berbagai kreatifitas seni. Semoga pilkada yang “dikawal” oleh seni ini akan mampu memberikan keindahan dan kedamaian sebuah pesta demokrasi..
(IMSA)
Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya