Sehari, Dua Peternak Babi Ditindak dan Akan Diganjar Denda Rp 1 juta

PENCEMARAN: Anggota Satpol PP Kota Denpasar saat melakukan penertiban kepada peternak babi yang melanggar, Jumat (19/1), di Jalan Buluh Indah Denpasar Barat.(Foto: IST)

REDAKSIBALI.COM-DENPASARDua peternak babi kena sidak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar. Peternak babi tersebut yakni beralamat di kawasan Jalan Buluh Indah III nomor 1, karena tidak memiliki ijin dan mengganggu lingkungan sekitar pada, Jumat (19/1). Peternak tersebut membuang limbahnya ke sungai yang mengakibatkan bau tidak sedap dan tentunnya menganggu warga sekitar.

Selain itu, di hari yang sama pihak satpol PP juga menyidangkan seorang peternak babi di kawasan Denpasar Utara dengan memberikan ganjaran Rp 1 juta dengan subsider kurungan 7 hari.

Menindaklanjuti adanya laporan, Satpol PP langsung melakukan penertiban dengan memberikan surat penindakan kepada pemilik karena melanggar Perda Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Ketertiban Umum. Parahnya, pihak Satpol PP juga mendapati ternak tersebut lebih dari satu dan seharusnya memiliki izin usaha. Sehingga harus dilakukan pemanggilan untuk dilakukan sidang pada Rabu (23/1) kemarin.

Kepala Satpol PP Kota Denpasar, I Dewa Anom Sayoga saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya melakukan penindakan tersebut saat mendapati saluran limbah yang dibuang langsung ke sungai menyebabkan bau yang tidak sedap. Ditambah dengan musim penghujan yang menyebabkan bau semakin menyebar. "Mereka harusnya mengurus izin, karena memiliki lebih dari dua ternak. Kalau satu atau dua ternak sih tidak masalah karena dianggap untuk menghabiskan sisa-sisa makanan. Tapi ini sudah lebih, jadi mereka harus mematuhi aturan," tegasnya.

Sayoga mengungkapkan, untuk mengurusi izin, pihak pemilik ternak akan diberikan beberapa persyaratan. Salah satunya adalah diharuskan memiliki pembuangan limbah sendiri, agar tidak mengganggu masyarakat lainnya. Apalagi, wilayah Denpasar merupakan wilayah perkotaan yang rumahnya yang notabene merupakan pemukiman. Jadi berdekatan antara satu dengan yang lainnya. "Dengan tindakan yang kami lakukan, kami harap semua yang memiliki usaha ternak diatas dua ekor agar mengurus izin. Dan yang paling penting, memiliki pembuangan limbah agar tidak mencemari lingkungan," pungkas Sayoga. (dik)
Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya