SMP 6 Denpasar Tergenang, Guru Dipulangkan dan Siswa Belajar di Rumah

Kondisi SMP Negeri 6 Denpasar tergenang air akibat diguyur hujan


Hujan yang mengguyur Kota Denpasar dan sekitarnya sejak kemarin malam menimbulkan bencana banjir diberbagai titik, salah satunya di SMP Negeri 6 Denpasar. Sekolah yang terletak di Jalan Gurita, Denpasar Selatan dan memiliki jumah siswa sebanyak 1.050 orang itu tergenang air setidaknya hampir setinggi lutut orang dewasa. Aktivitas pembelajaran siswa hari ini terpaksa dipindahkan ke hari Sabtu, (27/01) mendatang.

Hal tersebut diakui Kepala SMP Negeri 6 Denpasar, I Gusti Ayu Tirtawati saat ditemui dilokasi pada Selasa, (23/01) siang. “Sudah sempet anak-anak datang ke sekolah tadi, cuma kami stop disana (pertigaan sebelum memasuki sekolah), karena disini air tinggi sekali tadi. Selutut. Tinggi air jam setengah 7 (pukul 06.30) itu sudah selutut,” katanya sambil menirukan tingginya genangan air.

“Sedih melihat sekolah seperti ini karena harus memulangkan siswa yang sudah datang ke sekolah untuk belajar di rumah.  Karena kalau tidak seperti itu akan lebih banyak lagi kami menemukan masalah,” katanya.

Ayu Tirtawati menuturkan, bencana banjir yang menimpa sekolahnya disebabkan oleh debit air hujan yang terlalu tinggi dalam kurun waktu yang panjang. “Dalam kurun 10 tahun terakhir  baru (kali ini) seperti ini kondisinya dari sekolah kami,” terangnya. Saat ditanya langkah antisipasi dari sekolah yang kebanjiran, Ayu Tirtawati menyatakan bahwa ia mengikuti himbauan dari Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga; dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar agar pembelajaran siswa dipindahkan ke hari Sabtu mendatang.

Ayu Tirtawati juga mengungkapkan, untuk menyurutkan air yang tergenang dirinya telah menghubungi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Denpasar untuk melakukan penyedotan, sehingga air yang menggenangi seluruh halaman sekolah ini dapat segera surut. “Kami harapkan hari ini saja (sudah surut), besok kami sudah bisa betugas kembali apabila tidak ada hujan lagi datang. Apabila ada hujan lagi datang, ya kami ngga tahu karena alam. Semoga sih hujan tidak lagi datang sehingga besok sudah bisa belajar anak-anak,” harapnya.

Ayu Tirtawati mengkaui bahwa di sekolah sebenarnya sudah banyak terdapat biopori yang dapat membantu merembeskan air ke tanah. Namun, menurutnya, banjir ini kemungkinan kiriman dari tempat lain sehingga dirinya membalikan lagi ke pemerintah, baik pemerintah lingkungan setempat, kecamatan Denpasar Selatan, untuk mencarikan solusi yang terbaik.


Selain memulangkan siswa, dirinya juga terpaksa memulangkan para guru karena tidak bisa melaksanakan aktivitas pembelajaran. Namun disisi lain, kantor tetap terbuka dan aktivitas pelayanan tetap berlangsung. “Ini rawan juga kondisinya siapa tahu ada binatang melata yang masuk, jadi kami waspadai juga yang seperti itu,” tandasnya. (sui)
Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya