Tahun 2018, Pemkot Denpasar Ajukan 824 CPNS

Sumber gambar: klikbontang.com/ilustrasi


REDAKSIBALI.COM-DENPASAR. Pemerintah Kota Denpasar pun tak ingin ketinggalan mengajukan CPNS, melalui  Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Denpasar akan mengajukan sebanyak 824 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk dilakukan pengangkatan. Itu berasal dari 26 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Denpasar.

Berdasarkan jumlah tersebut yang paling banyak membutuhkan pengangkatan pegawai menjadi CPNS sesuai surat permintaan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) yakni jabatan yang diusulkan diprioritaskan pada jabatan guru, tenaga kesehatan, dan jabatan yang mendukung infrastruktur. Sehingga, dengan total yang akan diajukan nantinya akan disesuaikan kembali dengan jumlah yang diinginkan Menpan RB.

Kepala BKPSDM Kota Denpasar, I Ketut Mister didampingi Kepala Bidang Pengadaan Pemberhentian dan Informasi (PPI) Komang Lestari Kusuma Dewi saat dikonfirmasi, Kamis (18/1) mengatakan pihaknya sudah melakukan input jabatan pegawai yang diperlukan untuk pengajuan ke Kemenpan RB. Input pegawai jumlahnya sekitar 824 tersebut sesuai dengan pengajuan dari peta bagian organisasi yang tau berapa pegawai yang dibutuhkan. "Ini baru jumlah pengajuan dari kami di Pemkot Denpasar sesuai kebutuhan peta jabatan yang diajukan Bagian Organisasi," ujarnya.

Sehingga, pihaknya menetapkan jumlah tersebut sesuai kebutuhan di Pemkot Denpasar. Menurutnya, keseluruhan itu juga tidak akan seluruhnya bisa diterima Kemenpan RB. Karena jumlah yang pasti dari permintaan Kemenpan-RB belum ditentukan, sehingga saat ini hanya melakukan pengajuan yang dimaksimalkan sejumlah tersebut.

Sementara dikonfirmasi terpisah Kepala Bagian Organisasi Pemkot Denpasar Ida Bagus Alit Adimerta mengatakan, pihaknya untuk saat ini baru mengajukan peta jabatan 26 OPD dari 40 OPD yang ada. Dijelaskan 24 OPD lainnya masih dalam tahap revisi karena ada kesalahan-kesalahan yang perlu dibenahi dalam pengajuan Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK). Dari Anjab dan ABK itulah nantinya akan menjadi Pemetaan untuk diajukan ke BKPSDM untuk di lakukan input pegawai melalui e-formasinya.

"Tugas kami menerima pengajuan dari hasil Anjab dan ABK setelah ada hasil baru menjadi pemetaan yang diajukan untuk dilakukan input e-formasi, hasilnya itukah yang nantinya akan diajukan  ke Menpan RB. Jadi kami harapkan OPD yang lain pengajuannya per akhir Januari 2018 ini," tandasnya. (dik)
Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya