Bakso Endess, Bakso Khas Malang Anti Pengawet

Bakso Iga

REDAKSIBALI.COM-DENPASAR. Buat anda para penggemar kuliner terutama bakso tentu banyak sekali pilihan. Mencari makanan berupa bakso tidaklah sulit, dimanapun rasanya kita bisa menjumpai para penjual bakso, bahkan dari warung sederhana sampai yang mewah.

Namun jika anda ingin menikmati bakso dengan sensasi yang berbeda tentu harus mencoba bakso yang satu ini yaitu Bakso Malang Endess. Rasa gurihnya terasa menyangkut lama di lidah. Aromanya yang khas Malang menggugah selera dan pasti kepengen nambah.

Bakso endess yang beralamat di jalan Tukad Badung No. 102 Denpasar ini menyajikan beberapa varian menu yang istimewa. Diantaranya, bakso ayam, bakso iga dan bakso pedas. Buat anda yang tidak bisa makan sapi, tenang saja. Pemilik menyediakan bakso ayam dengan memasaknya secara terpisah dengan bakso sapi.

Bakso pedas

Pemilik usaha bakso Ndes, Putu Yudi Setiawan menuturkan tercetusnya usaha bakso dengan berbagai varian ini berawal dari dirinya beserta keluarga yang sangat suka dengan bakso. Dirinya juga mengaku brand “Bakso Malang Endess” diambil dari bahasa gaul dan terinsipirasi dari pembicaraan di sosial media. “Temen-temen kalau makan sering bilang: wih endess banget,” tuturnya mengandaikan.

Yudi Setiawan yang juga seorang dosen Manajemen Unud ini mengatakan keinginannya mencoba usaha kuliner berupa bakso karena dirinya dan keluarga sangat suka dengan bakso. “Dulu hampir tiap hari saya dan keluarga beli bakso. Dari sana terinspirasi untuk memulai usaha,” katanya.

Bakso ayam

Resep bakso yang didapatkan Yudi Setiawan memang sudah khas Malang, ia mengaku mendapatkan resepnya dari Warung Bakso “Cak Masrur”. Namun menurut Yudi, ada hal yang berbeda dari bakso dirinya ketimbang bakso Cak Masrur, yakni pada varian menu bakso ayamnya. “Bedanya bakso saya dengan bakso Cak Masrur adalah Bakso Endess kemudian dikembangkan dengan adanya bakso ayam, karena di Cak Masrur sendiri tidak terdapat bakso ayam. Khusus bakso ayamnya merupakan resep sendiri, itu kelebihannya,” kata Yudi menjelaskan.

Yudi mengaku dirinya membuat usaha bakso ini agar bisa dinikmati oleh semua kalangan, terutama bagi kelas menengah. Di dalam menyajikan bakso, Yudi juga sangat menghindari yang namanya bahan pengawet. Hal tersebut karena dirinya juga prihatin melihat banyak makanan yang beredar saat ini namun tidak sehat untuk dikonsumsi. “Banyak bakso yang kini digemari oleh masyarakat dan tidak sehat, sambalnya pun tidak sehat. Saya ingin menghindari itu,” tegas Yudi. (sui)
Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya