Kunjungi Museum Gunungapi Batur, Pemuda Inginkan Bangli Punya ‘Brand’ Wisata

Kunjungan Pemuda Bangli yang tergabung dalam Forum Aspirasi Karang Taruna Kabupaten Bangli di Museum Gunungapi Batur di Desa Penelokan, Kintamani pada Minggu, (25/02)



REDAKSIBALI.COM. Kabupaten Bangli merupakan “gudangnya” potensi yang layak untuk dikembangkan. Namun potensi daerah yang dimiliki oleh Bangli belum sepenuhnya mampu dikembangkan dengan baik. Terlebih banyak pemuda di Bangli yang masih awam terhadap keberadaan potensi tersebut.

Maka dari itu, sejumlah pemuda dari berbagai desa di Bangli yang tergabung dalam Forum Aspirasi Karang Taruna Kabupaten Bangli mengunjungi Museum Gunungapi Batur yang terletak di Desa Penelokan, Kintamani. Kunjungan ini untuk mengetahui beberapa potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Bangli. Mengingat di museum tersebut dijabarkan potensi Gunung Batur dan beberapa desa disekitarnya yang memiliki potensi dalam bidang keanekaragaman hayati dan kebudayaan.

Ketua Forum Aspirasi Karang Taruna Kabupaten Bangli, I Wayan Wismargi menuturkan, kegiatan kunjungan ini sebagai bentuk agar anak-anak muda khususnya yang tergabung dalam Forum Aspirasi Karang Taruna untuk mengetahui berbagai potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Bangli. Gunung Batur, misalnya, yang telah diakui sebagai geopark terbesar kedua di Indonesia setelah Geopark Danau Toba dapat menjadi magnet kunjungan wisata apabila mampu dikelola dengan baik. Lebih menarik lagi karena kawasan Geopark Batur telah melenggang ke dunia internasional setelah diakui oleh United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO). “Jadi kegiatan kunjungan ini untuk menselaraskan progam kerja kita kedepan setelah resmi dilantik menjadi Karang Taruna,” kata Wismargi.

Wismargi menambahkan, pemuda di Bangli harus mengambil peranan dalam memaksimalkan potensi yang ada. Sehingga, menurutnya, dengan berkunjung ke Museum Gunungapi Batur ini dapat menyelaraskan program kerja nantinya agar semakin terarah, sehingga potensi-potensi yang ada dapat dikembangkan.

Ia mencontohkan, Desa Belandingan misalnya, memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan. Mengingat desa tersebut memiliki kebudayaan yang unik seperti rumah saka roras (12 tiang). Disisi lain keberadaan desa tersebut berada di daerah yang cukup terpencil sehingga belum begitu dilirik potensinya. Selain itu, lanjut Wismagi, masih banyak desa-desa di Bangli yang memiliki potensinya masing-masing seperti Desa Bayung Gede dan Desa Pengotan. Dari berbagai potensi yang ada di Bangli ini dapat diarahkan sebagai magnet kunjungan pariwisata. “Dari sini kita berangkat bagaimana kita mengelola pariwisata yang ada di Kintamani,” jelas Wismargi.

Pernyataan tersebut juga diamini oleh I Wayan Jero Mahasadu selaku Ketua Bidang Pemberdayaan, Sosial dan Budaya, Forum Aspirasi Karang Teruna Kabupaten Bangli. Menurutnya Bangli memiliki gudang potensi yang belum banyak dikembangkan. “Sampai saat ini Bangli masih hanya sebatas gudang (potensi), barang-barangnya belum keluar dan belum terpakai,” katanya.

Jero Mahasadu mengungkapkan, kedepan generasi muda Bangli yang tergabung di dalam karang taruna harus mendata berbagai potensi yang ada di Bangli. Usai mendata berbagai potensi yang ada barulah nantinya akan dibuatkan suatu langkah untuk pengembangan. Menurut pemuda asal Penatahan, Susut ini, kedepan Bangli harus mempunyai sebuah brand wisata sehingga mampu menunjukkan ciri khas khusus yang dapat diminati oleh masyarakat luas. “Masyarakat nanti bisa berfikir, Bangli itu kabupaten apa, daerah apa, pariwisatanya apa,” jelasnya. (sui)
Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya