SBY dan AHY Siap Turun Mendulang Suara Mantra-Kerta

Sumber foto: intelejen.co.id


REDAKSIBALI.COM.    Menjelang Pilkada serentak 2018, dua  pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur sudah mulai memanas dan masing-masing mengklaim bisa memenangkan pertarungan. Pasangan calon I Wayan Koster dan Cokorda Artha Ardhana Sukawati  (Koster-Cok Ace) optimis menang di Kota Denpasar, dan tim IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) pun merespon  bahwa pihaknya optimis menang. Tidak hanya pada wilayah yang basis massanya besar seperti Denpasar, tapi seluruh wilayah Bali. Untuk mencapai kemenangan itu, Mantra-Kerta memasang strategi meraup suara pemilih pemula atau pemuda. 

Hal itu disampaikan I Made Mudarta, Penasehat Koalisi Rakyat Bali (KRB) sekaligus Ketua DPD Partai  Demokrat Bali. Ia mengatakan tim dan Relawan Mantra-Kerta fokus menggarap pemilih pemula dan calon pemilih yang  golput pada Pilgub Bali 2013.  Dijelaskan,  ‘pasar’ Mantra-Kerta adalah simpatisan dan pendukung KRB, ditambah pemilih milenial serta mereka yang  golput.

Saat ditanyai tentang wilayah Kota Denpasar, Mudarta mengungkapkan, pemilih di Ibu Kota Provinsi Bali ini tergolong pemilih cerdas di Bali, dasar pilihan rakyat Denpasar bergantung pada figur pasangan calon.   Selain figur, juga  program yang ditawarkan pasangan calon. “Target Mantra-Kerta menang pada pilgub Bali,” ucapnya saat dikonfirmasi kemarin (1/1).  Menurutnya, tim pemenangan terus melakukan konsolidasi   mempersiapkan untuk kemenangan Mantra-Kerta. Seperti kemarin telah dilaksanakan rapat relawan untuk konsolidasi kemenangan Mantra-Kerta di Warung Bendega, Renon, Denpasar.

Sementara itu, untuk lebih bisa meraup  suara secara signifikan.  Dari tim Mantra-Kerta tak segan-segan akan mengundang tokoh-tokoh pusat untuk menjadi juru kampanye Rai Mantra dan Sudikerta. Terkhusus,  Partai Demokrat akan mengundang Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Selain itu, Partai Demokrat juga akan  mengundang putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). AHY adalah mantan Cagub Jakarta yang gagal masuk putaran ke dua.  Tapi, meski gagal AHY adalah tokoh muda dan dianggap sebagai energi baru di partai yang berlambang Mercy tersebut. Apalagi,  AHY akhir-akhir ini sering muncul ke publik, sehingga dia disebut-sebut sebagai  “mesin pendongkrak” suara rakyat Partai Demokrat. Sedang kami matangkan dengan tim dan paslon. Jika ada kampanye terbuka untuk umum, tentu kami akan hadirkan jurkam dari pusat sebagai jurkamnya seperti dari Partai Demokrat Bapak SBY dan AHY,” pungkasnya.

Kota Denpasar basisnya adalah PDIP, tapi di satu sisi, Rai mantra menang dua kali saat pemilihan Walikota Denpasar. Hal itu pasti menjadi pekerjaan berat bagi PDIP Kota Denpasar agar bisa menang telak di basisnya sendiri. Jumlah suara PDIP pada saat Pileg 2014 sebesar 115.014 suara. Dengan menjadi peraih suara terbanyak, PDIP berhasil mendapatkan 18 kursi di DPRD Kota Denpasar. Sedangkan total suara IB Rai Dharmawijaya Mantra dan IGN Jaya Negara saat Pemilihan Walikota 2015 yang diusung PDIP menang telak 82,3 persen. 


“Partai wajib memenangkan  itu kalau bisa  harus ditingkatkan. Apalagi kader PDIP kader potensial.  Ditingkatkan lagi daripada  perolehan tersebut. Kemenangan saat Pak Rai Mantra maju 82,3 persen. Tentu untuk pilgub kami tidak kesulitan. Saat Pak Rai Mantra (sebagai walikota) kan diusung oleh siapa? Oleh PDI Pejuangan,” ujar Ketua DPC PDIP Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede saat dihubungi beberapa hari lalu. (dik)
Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya