Sebanyak 1,48 Persen, Pengangguran di Bali Terkecil Se-Indonesia

Sejumlah para pencari kerja mengunjungi stand Kementerian Tenaga Kerja RI di Job Fair Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali, Selasa, (27/02)



REDAKSIBALI.COM. Jumlah pengangguran di Provinsi Bali relatif kecil dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia. Saat ini, pengangguran di Bali hanya menyentuh  angka 1,48 persen. Hal itu dijabarkan oleh I Gusti Ngurah Wiranatha,  Kepala Bidang Perluasan Kesempatan Kerja dan Transmigrasi, Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bali usai pembukaan acara Job Fair di kantor setempat, Selasa, (27/02).

Wiranatha menilai, kecilnya tingkat pengangguran di Bali salah satunya disebabkan oleh luasnya lapangan pekerjaan. Sektor indutri pariwisata saat ini masih menjadi sektor utama yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Hanya yang ditakutkan oleh Wiranatha, sektor industri pariwisata paling rentan terhadap berbagai isu seperti bencana Gunung Agung kemarin dan juga berbagai isu lainnya. “Semoga sih terus aman, sehingga tamu (wisatawan) terus datang,” celetuknya.

Selain itu, masih adanya pengangguran di Bali disebabkan oleh tidak nyambungnya antara kebutuhan perusahaan dengan pencari kerja. Penyebab berikutnya, dikarenakan masyarakat Bali masih terlalu memilih pekerjaan dan masih mengedepankan gengsi. “Terlebih anak-anak muda kita masih ada yang minatnya hanya jadi PNS, gengsi dengan pekerjaan (yang lain). Pengen-nya kerja di kantoran. Padahal kalau (pekerjaan) informal kan banyak. Jadi kita masih pilih-pilih pekerjaan,” kata Wiranatha

Ditanya lebih lanjut mengenai cara mengatasi pengangguran yang masih tersisa, Wiranatha memaparkan, bahwa Dinas Tenaga Kerja dan ESDM telah berusaha dengan mengadakan Job Fair. Selain itu, terdapat program pelatihan bagi pencari kerja dan pemagangan ke Jepang.

Sementara itu, Kasubdit Bursa Kerja, Kementerian Tenaga Kerja RI, Timbul T. Panggabean menyatakan, meski pengangguran terbuka di Provinsi Bali terbilang kecil namun upaya dalam mengurangi pengangguran terus dilakukan. Salah satunya melalui pameran kesempatan kerja atau Job Fair.

Saat ini di Indonesia sendiri terdapat pencari kerja sekitar 7,4 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka 5 persen. Timbul menilai, angka itu tidak terlalu besar mengingat adanya berbagai kemajuan yang berasil dicapai oleh pemerintahan Jokowi-Jk. Disisi lain, pemerintah telah mencanangkan program untuk menyediakan 10 juta lapangan kerja dari tahun 2014-2019. “Jadi setiap tahun kita target 2 juta orang untuk ditempatkan,” kata timbul.

Upaya-upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi pengangguran antara lain dengan pameran kesempatan kerja. Timbul memaparkan, lapangan pekerjaaan di Indonesia juga cukup besar seiring dengan semakin banyaknya pertumbuhan investasi dan  pertumbuhan ekonomi yang cukup baik. Sehingga, menurutnya, hal ini menyebabkan pertumbuhan lapangan kerja. Namun yang menjadi masalah yakni terjadi ketidaksesuaian lowongan kerja dengan para pencari kerja. Ini disebabkan oleh keterbatasan kompetensi dan juga minat dan bakat tidak sesuai dengan lapangan pekerjaan. “Sehingga perlu dijembatani, salah satunya dengan mengadakan job fair atau pameran kesempatan kerja. Disamping itu juga dengan peningkatan kompetensi melalui balai latihan kerja (BLK),” terangnya.

Catatan Kemeterian Ketenagakerjaan RI yang sesuai dengan data BPS, tingkat pengangguran paling banyak terjadi di tingkat SMA/SMK sederajat. “Jadi SMK juga jumlah terbesar dari jumlah pengangguran,” pungkas Timbul. (sui)
Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya