Kemkominfo Gandeng Primakara dalam Program 1 Juta Petani-Nelayan ‘Go Digital’

Direktur Pemberdayaan Industri Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Septriana Sangkary, menerima kenang-kenangan dari STMIK Primakara yang diserahkan oleh Pendiri dan Ketua Yayasan Primakara, I Made Artana (tengah) yang didampingi oleh Ketua STMIK Primakara, I Gusti Bagus Made Wiradharma dalam seminar programming Code Your Future pada Kamis, (1/3) di Aula Kampus STMIK Primakara

REDAKSIBALI.COM. Empat program dalam bidang ekonomi kerakyatan telah dicanangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Diantaranya berupa gerakan 1000 startup nasional; program 1 juta petani dan nelayan go digital; 8 juta usaha kecil, mikro  dan menengah (UMKM); dan program 1 juta domain.

Kontribusi bidang pertanian yang cukup besar dalam peningkatan Gross Domestic Product (GDP) menjadi alasan pemerintah dalam membuat program 1 juta petani dan nelayan go digital. Dalam program tersebut, Kemkominfo berkolaborasi dengan salah satu perguruan tinggi di Bali yakni Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Primakara. Kedepan, mahasiswa STMIK Primakara pada saat KKN dapat mendampingi petani dan nelayan dalam bidang perolehan produk imput dan pemasaran melalui digital.

Direktur Pemberdayaan Industri Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Septriana Sangkary, usai menjadi keynote speaker dalam seminar programming Code Your Future di STMIK Primakara, Kamis, (1/3), mengharapkan, mahasiswa STMIK Primakara nantinya pada masa KKN tidak lagi menjalankan program lain, tapi mulai fokus mendampingi petani atau nelayan. "Kesempatan tidak datang dua kali, Indonesia negara yang kaya akan pertaniannya, dengan aplikasi yang dibuat oleh temen-temen STMIK Primakara nantinya atau dengan flatform-flatform yang ada lebih dikembangkan kembali, lebih di endors kepada masyarakat dan akan dapat memberikan ekonomi kerakyatan yang paling tinggi," kata Septriana.

Septriana menilai, banyak dari UMKM di Indonesia yang kurang paham mengenai teknologi dan mereka belum mempunyai akun dan alamat email. Sedangkan dalam program ini (platform digital), para petani dan nelayan akan mendapatkan pemesanan dari marketplace yang ada. "Disinilah peranserta technopreneurship yang ada di STMIK untuk ikut turun ke lapangan," tuturnya.

Dengan berbagai aplikasi startup yang ada, Septriana mengharapkan dapat memutus rantai pemasaran yang ada. Namun disisi lain, Kemkominfo tetap mengajak para tengkulak untuk berkolaborasi sehingga para tengkulak tidak kehilangan pekerjaan. Para tengkulak juga dapat bekerjsama dalam flatform yang ada. "Bagaimana dengan menggunakan flatform petani bisa mendapatkan harga di pasaran yang lebih tinggi. Dengan menggunakan flatform itu akan berkontribusi untuk memberikan kehidupan yang paling mapan bagi mereka," terang Septriana.

Dengan adanya internet ini, lanjut Septriana, dapat memutus rantai pemasaran para pedagang yang ada. "Bukan hanya barang-barang kelas high yang ada, tapi tukang bakso, tukang tempe, semua kita gerakkan. Yang kecil ini kita gerakkan masuk ke rumah-rumah untuk kita go online-kan," paparnya.

Sementara itu, Ketua STMIK Primakara, I Gusti Bagus Made Wiradharma mengatakan, kedepan STMIK Primakara akan merancang program-program yang dapat menyentuh masyarakat terutama masyarakat di pedesaan. Kedepan juga akan dodorong para mahasiswa melalui bimbingan dosen dalam pengabdian masyarakat untuk mengaplikasikan program teknologi yang terkait dengan kepentingan masyarakat pedesaan. "Itu visi kita juga, bagaimana menjadikan STMIK Primakara ini sebagai sesuatu inovatif dan tentu memberikan sesuatu yang berguna bagi masyarakat," terangnya.


Wiradharma melanjutkan, sesuai dengan konsep kampus sebagai pencetus technopreneurship merupakan motivasinya secara keseluruhan untuk menjadikan para mahasiswa kedepan melalui teknologi digital dapat mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat. Ia menilai hal ini dapat menjadi program yang sifatnya berkelanjutan dan diharapkan mendapatkan feedback dari masyarakat. "Ini membutuhkan umpan balik dari masyarakat apa yang menjadi permasalahan secara mendasar. Inilah yang menjadi input bagi kami untuk kita ramcang dalam program-program pendidikan," pungkasnya. (sui)
Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya