Per 28 Februari Lalu, 301 Juta Lebih Telah Daftar Kartu SIM Prabayar

Direktur Pemberdayaan Industri Informatika, Septriana Sangkary, menjadi keynote speaker dalam seminar programming Code Your Future di Aula STMIK Primakara, Denpasar, Kamis, (1/3)



REDAKSIBALI.COM. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI telah mendata pendaftaran kartu SIM prabayar. Per tanggal 28 Februari kemarin, data Kemkominfo menunjukkan sudah terdapat sebanyak 301.995.893 kartu yang terdaftar. Jumlah ini jauh lebih banyak dari populasi penduduk Indonesia yang hanya sekitar 262 juta jiwa. "Bayangkan saja penduduknya 262 juta, pemilik handphone, pemilik kartu sudah mencapai 300 juta. Artinya satu orang bisa memiliki dua handphone atau mungkin lebih," kata Direktur Pemberdayaan Industri Informatika, Septriana Sangkary, saat menjadi Keynote Speaker mewakil Menteri Komunikasi dan Informatika pada Seminar Programming Code Your Future di Aula Stmik Primakara, Kamis, (01/03).

Septriana Sangkary menilai banyaknya penggunaan kartu prabayar ini menjadi modal Indonesia untuk lebih cepat menggunakan teknologi yang ada. Disamping itu, pertumbuhan penggunaan internet di Indonesia sangat besar. Pada tahun 2016 lalu, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 132,7 juta dan pada tahun berikutnya naik menjadi 143,26 juta orang. "Hari ini hampir tidak ada orang yang duduk manis yang tidak pegang smartphone. Karena memang (orang) semua keahlian, punya keinginan untuk maju," kata Septriani.

Peningkatan penggunaan internet di Indonesia juga terjadi di daerah timur terutama Maluku dan Papua. Septriana memaparkan, penggunaan internet saat ini sudah tidak lagi Jawa sentris. "Jadi kita turut berbangga kalau saudara-saudara kita di Maluku dan Papua sudah dapat menikmati internet," terangnya.

Besarnya pengguna internet ini menjadi modal besar untuk Indonesia dalam bidang ekonomi kerakyatan. Program Kemkominfo saat ini adalah mengembangkan 1000 startup nasional, 1 juta petani dan nelayan dan 8 juta UMKM go digital, dan program 1 juta domain. "Jangan melihat bahwa UKM ini hal yang biasa saja. Tapi kita bisa yakinkah bahwa Indonesia ekonominya bisa berdiri tegak karena memiliki UKM dan IKM yang hebat," papar Septriana.

Indonesia kini telah mempunyai 59,7 juta UKM. "Ini adalah bukti bahwa orang Indonesia adalah orang-orang yang hebat. Orang yang punya keinginan karena UKM itu dia menciptakan, membuat dan menjual," pungkas Septriana. (sui)
Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya