Pupus Sudah Bandara Buleleng



REDAKSIBALI.COM.  Harapan PT BIBU Panji Sakti untuk membangun bandara di atas laut di Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali pupus sudah.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyatakan pembangunan Bandara Internasional Bali Utara dibatalkan.

Alasannya merujuk pada hasil studi World Bank dan Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI).

"Hasil studinya memang begitu. Saya tadi baru lapor presiden juga, studi yang kami dapat dari World Bank," kata Luhut kepada awak media di komplek Istana Presiden, Jakarta, Jumat (2/3/2018).

Menurut Luhut, ada empat alasan pembatalan pembangunan BIBU.

Pertama, kesulitan membangun akses kereta api.

"Tidak elok membuat kereta api lingkar Bali, tapi jalan memotong gunung dan tol. Kemudian ada pantai kiri kanan, sehingga terbuka satu," ujarnya.

Kedua, pemerintah akan memprioritaskan pengembangan Bandara Internasional Ngurah Rai.

Menurut Luhut, pemerintakan akan membuat runway tambahan di Ngurah Rai.

Ketiga, pemerintah akan memperbanyak tempat parkir pesawat di Bandara Ngurah Rai.

Keempat, pemerintah akan membangun jalur kapal Roro dari Pelabuhan Banyuwangi ke Bali Utara.

"Roro yang dibangun dari Banyuwangi, langsung ke utara. Sehingga nanti mobil yang masuk ke Denpasar bisa berkurang 30% sampai 40%. Itu akan membuat trafik lebih baik," katanya.

Perusahaan asing asal Kanada Kinesis Capital and Investment sebenarnya sudah melakukan Feasibilty Study dan sudah menyampaikannya kepada Luhut.

Kinesis bahkan sudah siapkan dana hingga 27 triliun.

Luhut mengakui pertemuan tersebut.

"Iya memang ketemu sama saya. Tapi kan kita berangkat dari studi. Presiden bilang, kita bekerja semua dasarnya studi. Bukan dasar suka-suka, ingat-ingat," katanya.

Menurut Luhut, penolakan BIBU bukan karena akan dibangun di laut.

Pemerintah hanya mengacu pada hasil studi.

"Nggak ada urusanya mau dibangun di langit di anu....Dan menurut presiden, nggak perlu di situ dan cukup yang ada sekarang," katanya.

Artinya Bandara Ngurah Rai yang ada saat ini diperbesar dan diperkuat.

"Itu hasil studi World Bank dan SMI. Itu paten menurut saya," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga tidak kunjung memberi sinyal pembangunan Bali Utara'>Bandara Bali Utara.

Penetapa lokasi (penlok) yang diajukan PT BIBU sejak awal 2017 pun selalu mentok.

Menhub pun mengungkapkan pemerintah telah memiliki gagasan untuk menambah dua landasan terbang atau runway di daerah Bali Selatan yang saat ini menjadi lokasi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya PT BIBU Panji Sakti berencana akan membangun bandara baru di kawasan Buleleng.

Nilai investasi pembangunan bandara baru ini ditargetkan menelan dana sebesar Rp 27 triliun.

Bandara Bali Utara akan dibangun di atas laut dengan luas 1.060 hektar dan panjang landasan pacu atau runway 4.100 meter.

Presiden Direktor PT BIBU, I Made Mangku, sudah dua kali mengajukan penlok pembangunan bandara tersebut.

Namun penlok tak kunjung keluar.

Kini pemerintah malah memutuskan pembangunan Bali Utara'>Bandara Bali Utara ini dibatalkan.
Share on Google Plus

About I Made Surya Adnyana

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya