Demi Menjaga Ketersediaan Air Tanah di Bali, IDEP Inisiasi Pembuatan Sumur Imbuhan

Manajer Program Bali Water Protection, I Komang Arya Ganaris (kiri), Pengurus Pengembangan Masyarakat IDEP, Doni Marmer (tengah) dan Cristina Arum dari Kominitas Lingkara (kanan) saat melakukan Konferensi Pers di Kubu Kopi, Jum'at, (20/4) kemarin.


REDAKSIBALI.COM. Pada tahun 2004 sebuah penelitian yang dilakukan oleh Setyawan Purnama dengan judul "Neraca Air di Pulau Bali" diterbitkan oleh Fakultas Geografi Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta. Hasil dari penelitian tersebut menemukan bahwa jumlah ketersediaan air di Bali per tahun sebanyak  2.604.483.300 meter kubik. Angka tersebut berasal dari air tanah, sungai, danau, dan mata air.

Disisi lain, penelitian tersebut juga memaparkan kebutuhan air per tahun, yakni sebanyak 1.213.625.300 meter kubik. Kebutuhan itu mencakup keperluan  domestik, industri, hotel, ternak, perikanan serta irigasi.

Berdasarkan data itu, dapat diketahui bahwa perimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air tanah di Pulau Bali hanya tinggal 47 persen. Angka tersebut membuktikan bahwa keberimbangan sudah masuk pada tahap rawan, dimana sudah dibawah angka 50 persen.

Program Bali Manager, Bali Water Protection dari IDEP,  Komang Arya Ganaris mengatakan, kondisi ini perlu diwaspadai. Menurutnya, angka keberimbangan masih dalam kondisi bagus apabila masih berada disekitaran 60 persen keatas. Apalagi penelitian tersebut sudah dilakukan 14 tahun yang lalu. Dirinya memprediksi bahwa persentase keberimbangan sudah semakin berkurang. "Ketersedian air di dalam tanah tidak pernah bertambah, saya yakin malah semakin berkurang," tuturnya saat menyampaikan press rilis di Kubu Kopi, Jum'at, (20/4) kemarin.

Menurutnya, semakin berkurangnya jumlah air ini dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti pertambahan penduduk, pola pembangunan, industri dan berbagai bentuk lainnya. Dirinya mengaku, di Bali Water Protection mempunyai program untuk mengembalikan ketersediaan air terutama air tanah dengan cara memasukkan sebanyak-banyaknya air hujan kedalam tanah melalui sumur imbuhan.

Sementara itu, Doni Marmer selaku Pengurus Pengembangan Masyarakat IDEP menambahkan program pembuatan sumur imbuhan diinisiasi bersama Politeknik Negeri Bali dengan melakukan penelitian terkait kondisi air tanah yang ada di Bali. Riset ini juga menghasilkan rekomendasi berupa pembuatan sumur-sumur imbuhan. "Bersama Bali Water Protection dapat kita rekomendasikan berupa pembuatan sumur imbuhan. Estimasi yang dapat kita rekomendasikan adalah sebanyak 136 sumur pada tahap pertama," kata Doni.

Doni menjelaskan, pembuatan sumur ini untuk memasukkan sebanyak-banyaknya air hujan kedalam tanah dan sebagai solusi atas keberadaan air tanah yang semakin kritis yang dikarenakan semakin berkurangnya daerah resapan di Pulau Bali. Kondisi itu, menurutnya, disebabkan oleh pengalihan lahan atau penyedotan yang berlebihan. 

Program lain, lanjut Doni, adalah program mengadopsi sungai dengan peningkatan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah disekitaran hamparan sungai yang ada di Bali. Kegiatan ini sebagai tujuan untuk memberikan pendidikan lingkungan kepada sekolah-sekolah dan mensuplai mereka dengan kurikulum terkait dengan pelestarian lingkungan. "IDEP sebenarnya punya pengalaman yang cukup panjang terkait program pendampingan sekolah  terkait dengan mensuplai guru-guru edukasi pendidikan," imbuhnya.

Doni juga menerangkan, kegiatan ini juga merangkul berbagi seniman dan komunitas dan mencoba melihat ketertarikan anak-anak dalam solusi-solusi berkelanjutan dan kreatif.

Program terakhir, kata Doni, adalah program dengan mengadopsi air. Program ini dilakukan dengan kampanye secara massal atau publik dengan cara mempublish buku, film dan iklan layanan masyarakat agar masyarakat Bali secara umumnya sadar. "Jadi kita ingin menggunakan lokasi-lokasi publik seperti taman publik untuk menginformasikan bahwa ada solusinya. Dan ada pula hal yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan lingkungan," pungkasnya. (sui)

Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya