IDEP Selenggarakan Bali Earth Day di Klungkung, Sosialisasikan Krisis Air

Manajer Program Bali Water Protection, I Komang Arya Ganaris (kiri), Pengurus Pengembangan Masyarakat IDEP, Doni Marmer (tengah) dan Cristina Arum dari Kominitas Lingkara (kanan) saat melakukan Konferensi Pers di Kubu Kopi, Jum'at, (20/4) kemarin.



REDAKSIBALI.COM. Sebagai langkah untuk merayakan Hari Bumi yang jatuh pada 22 April mendatang, IDEP melaksanakan Bali Earth Day di Pantai Watu Klotok, Klungkung. Kegiatan ini juga bagian dari program Bali Water Protection yang dilaksanakan pada hari ini. "Kegiatan ini mendahului satu hari dari Hari Bumi," tutur I Komang Arya Ganaris, manajer Program Bali Water Protection di Kubu Kopi, Jum'at, (20/4) kemarin.

Melalui tema "Penyelamatan Air Tanah Bali" Ganaris menjelaskan bahwa program Bali Water Protection sendiri memang sangat konsen dalam penyelamatan air terutama soal air tanah. Selain itu juga sebagai upaya untuk mensosialisasikan air dan isu tentang lingkungan secara umum.

Nantinya dalam kegiatan Bali Earth Day ini dilaksanakan dengan lomba, workshop dan pemutaran film. Kegiatan yang dilombakan berupa menggambar, mewarnai dan waste recycle. Sedangkan workshop nantinya akan diisni oleh benerapa komunitas seperti Plasticology oleh Made Bayak, Woodcut Print oleh Djamur Community dan Ecoprint oleh Cristina Arum dari Lingkara,  dan film dari IDEP Media. Lalu musik sendiri akan diisni oleh Sandrayati Fay, Made Mawut, Gunawarma Qupit.

Sementara itu, Doni Marmer selaku Pengurus Pengembangan Masyarakat IDEP menuturkan, kegiatan jni dilaksanakan di Klungkung dikarenakan IDEP sendiri telah melakukan berbagai kerjasama dengan pemerintah Kabupaten Klungkung. Pemerintah kabupaten disana, tuturnya, memiliki berbagai program mengenai lingkungan. Doni berharap kegiatan ini dapat menyadarkan masyarakat terhadap kondisi air di Bali yang sudah mengalami krisis. (sui)

Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya