KOMINFO Membuka Peluang Usaha untuk Mendirikan Radio di Bali

Ketua KPID Bali - Made Sunarsa

REDAKSIBALI.COM Untuk melayani kebutuhan informasi masyarakat di daerah-daerah blank spot radio siaran FM (frequency modulation) dan/atau daerah-daerah yang jumlah kanal radio siaran FM-nya masih sedikit, lembaga penyiaran radio siaran FM dari sektor swasta kini memiliki peluang siaran dengan disahkannya Keputusan Menteri Kominfo Nomor 171 Tahun 2018 tentang Pengumuman Peluang Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Swasta Jasa Penyiaran Radio pada tanggal 22 Februari 2018. 

Terkait terbitnya Keputusan Menteri Kominfo Nomor 171 Tahun 2018 ini , ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Bali, Made Sunarsa mengungkapkan “Jangka waktu permohonan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) ini dibuka dari tanggal 26 Februari 2018 – 30 April 2018. Adapun wilayah layanan untuk provinsi Bali terdapat 8 kanal frekuensi yang dibuka diantaranya : Kabupaten Badung : Kecamatan Kuta Selatan (1) , Kecamatan Kuta Utara (1); Kabupten Bangli : Kecamatan Bangli / Susut / Tembuku (1); Kabupaten Buleleng : kecamatan Grokgak (1), Kecamatan Busungbiu (1); Kabupaten Jembrana : Kecamatan Melaya (1) , Kecamatan Perkutatan (2)”.

Made Sunarsa menambahkan proses perizinan dilakukan melalui e-penyiaran sesuai dengan prosedur Permenkominfo No 16 tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Perizinan Penyelenggaraan Penyiaran. Apabila terdapat informasi yang kurang jelas dapat menghubungi KPID Bali melalui email kpidbali@yahoo.com, telp (0361) 236285 / alamat kantor di Jalan cok Agung Tresna Nomor 65, Denpasar. 

Made Sunarsa juga mengharapkan sebagai regulator di bidang penyiaran, KPID memiliki peranan startegis dalam pengaturan infrastruktur lembaga penyiaran di Indonesia, khususnya di Bali. “Mengingat frekuensi yang digunakan lembaga penyiaran adalah milik publik maka sudah barang tentu harus diisi dengan konten-konten siaran yang produktif, positif yang bermantafaat bagi kepentingan publik.” ujar Sunarsa. (GR)

Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya