Penuturan Founder @InfoDenpasar untuk ‘Support’ Pedagang Kecil

Yos Sudibya (duduk) saat menjadi pembicara dalam talkshow "Pentingkah Medsos di Zaman Now" pada Kamis, (19/04) di Level Twenty One Mall Denpasar


REDAKSIBALI.COM. Bagi masyarakat Kota Denpasar dan Bali pada umumnya mungkin tidak asing lagi dengan keberadaan media online @InfoDenpasar. Sebuah akun media sosial yang secara berkesinambungan mengabarkan berita terkini seputaran Kota Denpasar dan Bali. @InfoDenpasar lahir dari seorang pria bernama Yos Sudibya pada tahun 2015 dan kini sudah berbadan hukum dalam PT. Media Info Denpasar yang menaungi media @InfoDenpasar dan @InfoBudayaBali.

Yos menuturkan, awal mulanya tidak ada keinginan sedikitpun untuk membentuk media online @InfoDenpasar. Sebenarnya dia akan membentuk perusahaan media cetak. Pada saat membentuk company profile, mulailah Yos membuat akun Instagram, Facebook, dan Twitter. Untuk mengisi konten akun tersebut, akhirnya dia mengabarkan aktivitas dari masyarakat Kota Denpasar. Seiring berjalan waktu, warga bisa ikut sendiri mengabarkan sesuatu kepada akun tersebut.

Pada saat follower masih sedikit, tutur Yos, dirinya mengaku dibantu sama teman-teman yang lewat di jalan untuk mengabarkan situasi lalulintas. Sedangkan dia sendiri posting seadanya aktivitas warga kota. Dari aktivitas sederhana itu, jumlah yang follower justru semakin bertambah dan naiknya sangat signifikan. "Naiknya seribu, naiknya dua ribu," kata Yos Sudibya saat menjadi pembicara dalam talkshow "Pentingkah Medsos di Zaman Now" di Level Twenty One Mall Denpasar, Kamis, (19/04)


Yos menuturkan, konten yang diunggah oleh @InfoDenpasar hanya aktivitas dan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan warga Kota Denpasar. Hal ini dapat memudahkan warga dalam kehidupan bermasyarakat melalui sosial media. Yos menerangkan, bahwa masyarakat Kota Denpasar yang dikenal sebagai masyarakat urban memiliki kesenangan apabila media sosial dapat digunakan dengan hal yang bersentuhan langsung dengan mereka. "Misalnya saya mau makan murah dan enak dimana? Mau ke Kuta jalanan macet, saya harus lewat mana? Ini pasar yang selama ini tidak tersentuh media-media mainstream lainnya," kata Yos menerangkan.

Disisi lain, keberadaan @infodenpasar yang memiliki banyak followers kini digunakan Yos sebagai bagian dari mendukung perkembangan wirausaha. Dalam setiap postingannya, @infodenpasar selalu menggunakan hastag #supportlocal. Yos menerangkan, hal ini sebagai upaya dalam mendukung para entrepreneur local atau pedagang-pedagang kecil untuk bersentuhan dengan promosi digital.

Pedagang kecil, menurut Yos, masih jauh dari cara berdagang masa kini yang bersentuhan dengan gadget. Hal inilah yang menurut Yos dibantu dengan hastag #supportlocal. Tidak hanya itu, @InfoDenpasar juga telah memiliki program Peduli Semeton yang dibuat kira-kira 1-2 tahun yang lalu. Program ini dilaksanakan dengan mendatangi pedagang kaki lima untuk berbelanja dan dipesan dengan jumlah 30 porsi. Dari 30 porsi itu dibayarkan ke pedagang dan diminta untuk memberikan gratis kepada para pelanggan keesokan harinya. Setelah itu timnya akan  memposting di @InfoDenpasar dengan keterangan: Kalian datang tidak perlu bayar. Cukup foto dan apload di media sosial masing-masing. Tidak perlu menyebutkan @infodenpasar, tapi cukup promosikan warung itu. "Dari 30 orang yang promosikan warung itu, secara otomatis warung tersebut akan menjadi viral di sosial media. Itu yang kita lakukan secara rutin," tutur Yos.

"Dengan cara ini, @infodenpasar menghabiskan sekitar Rp. 300.000 dan warung yang dibantu dapat mendapatkan keuntungan yang luar biasa," jelasnya. (sui)
Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya