Aksi Depan Kantor Gubernur, Gerakan Kaum Buruh Bali Sampaikan 9 Tuntutan

Massa Gerakan Kaum Buruh Bali melakukan aksi dalam memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di depan Kantor Gubernur Bali, Selasa, (1/5). Mereka menyampaikan sembilan tuntutan demi kesejahteraan kaum buruh. (Foto oleh: Sui Suadnyana/redaksibali.com)



REDAKSIBALI.COM. Sejumlah massa yang mengatasnamakan dirinya Gerakan Kaum Buruh Bali yang terdiri atas Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) Bali, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali, Front Mahasiswa Nasional (FMN) Denpasar, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Denpasar, Keluarga Besar Mahasiswa Progresif (KBMP) Bali, Yayasan Gaya Dewata (YGD), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar, dan Aliansi Mahasiswa NTT (Amanat) Bali melakukan aksi dalam memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di Depan Kantor Gubernur Bali, Selasa, (1/5) pagi. Mereka menyampaikan sembilan tuntutan demi kesejahteraan kaum buruh.

Kesembilan tuntutan tersebut berupa menolak upah murah bagi buruh dengan mencabut Peraturan Pemerintah (PP) No. 78 Tahun 2015 tentang pengupahan; menghapus sistem kerja paksa dan outsourcing; mencabut UU Perguruan Tinggi No. 12 tahun 2012 serta mewujudkan pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis; menyetop pemberangusan serikat pekerja; menyetop PHK dan menaikkan upah buruh; menyetop eksploitasi pekerja magang/training; mencabut UU No. 2 Tahun 2017 tentang ormas; menyetop kriminalisasi terhadap buruh; dan mendorong terbentuknya tim pengawas independen.

Sekretaris FSPM yang juga selaku Humas Gerakan Kaum Buruh Bali, Ida I Dewa Made Rai Budi Darsana mengungkap, bahwa pada kesempatan Hari Buruh Internasional ini Gerakan Kaum Buruh Bali menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. "Kebetulan ada pihak pemerintah yang hadir, mudah-mudahan aspirasi ini sampai pada beliau," ujarnya.

Menurut Rai Budi kebijakan pemerintah belum mampu meningkatkan kesejahteraan kaum buruh. Hal itu dikarenakan belum adanya struktur dan skala upah bagi kaum buruh. "Oleh karena itu kita mendorong struktur dan skala upah ini sehingga ada jenjang antar pekerja dan dengan adanya jenjang pengupahan ini dapat meningkatkan kesejahteraan kita," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bali, Ni Luh Made Wiratmi yang hadir pada saat aksi menuturkan siap untuk menerima kesembilan tuntutan yang disampaikan oleh massa aksi. Namun dirinya tidak langsung menjawab secara langsung pada saat itu, melainkan akan mengundang kaum buruh untuk duduk bersama. "Saya akan undang bapak-bapak dan ibu-ibu bagaimana cara meningkatkan pendapatan di perusahaan. Saya siap mengundang bapak-bapak dan ibu-ibu semuanya," katanya saat berorasi di depan massa aksi.

Selain itu, Wiratmi berharap para buruh dapat menjaga segala bentuk keamanan dan ketertiban. Mengingat Bali sebagai salah satu daerah industri pariwisata terbaik di Indonesia. (sui)

Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya