Aktivis Pro Demokrasi Bali Menggelar Refleksi 20 Tahun Reformasi


(Ki-Ka) Made 'Ariel' Suardana, Agus Samijaya, Wayan 'Gendo" Suardana dan Nonik Widaiantara sebagai pemantik diskusi dalam acara peringatan 20 Tahun Reformasi dan Deklarasi ProDEM Bali hari Minggu (20/5) di Kubu Kopi (Foto:Giri)


REDAKSIBALI.COM. “ Negara dengan berbagai institusinya diharapkan berfungsi maksimal untuk menjaga arah kehidupan yang demokratis dan berkeadilan. Setelah 20 tahun berjalan dirasakan bahwa tujuan-tujuan dasar demokrasi belum sepenuhnya terwujud. Dalam bidang politik, lembaga-lembaga demokrasi belum mampu menopang terbentuknya sistem politik yang menghadirkan politisi sekaligus negarawan yang mumpuni dan menempatkan kepentingan bangsa diatas kepentingan golongan” ujar Mardika Ketua ProDEM Bali saat Deklarasi terbentuknya Jaringan Aktivis Pro Demokrasi, Minggu (20/5) di Kubu Kopi. 

Lembih lanjut Mardika mengungkapkan “Menjauhnya kenyataan hari ini dengan cita-cita reformasi ditandai pula dengan isu mayoritas dan minoritas yang berbasis agama. Diranah ini bahkan muncul gerakan-gerakan anti demokrasi yang ingin membelokkan arah kehidupan berbangsa yang prulal menjadi satu warna yang dominan, sehingga menimbulkkan aneka disriminasi.” 

Deklarasi ProDem Bali dimaknai dengan Refleksi 20 tahun Reformasi.  Refleksi dilaksanakan dengan  diskusi  yang menghadirkan aktivis mahasiswa  lintas generasi tahun 80-an, 90-an dan generasi mahasiswa angkatan 2000-an. Tampak hadir sebagai pemantik diskusi Agus Samijaya, Wayan 'Gendo" Suardana, Made 'Ariel' Suardana dan Nonik Widyantara. Diskusi banyak membedah peristiwa  reformasi 20 tahun lalu dan bagaimana memberi makna  dimasa kini.

Fotografer Joko Sugianto menghadirkan kembali suasana reformasi gerakan mahasiswa 98 di Bali  melalui pameran foto-foto reformasi yang di dimotori  Mahasiswa tahun 98. Sementara Penyair Wayan ‘Jengki’ Sunarta memperkuat kembali suasana dengan membacakan  puisi-puisi W. S. Rendra 

Geekssmile, The Bullhead, Persma Band dan group vocal Universitas Warmadewa menampikan apresiasi musik dengan tema lagu perlawanan terhadap ketidak adilan dimasa kini. Diakhir acara, Ketua ProDEM Bali membacakan maklumat Pro Demokrasi Bali yang berisikan 5 poin, yakni: 1. Penegakan supremasi hukum. 2. Korupsi, kolusi dan nepotisme harus menjadi musuh bersama. 3. Penyebar luasan nilai-nilai demokrasi dan HAM oleh setiap warga negara. 4. Pendidikan demokrasi dan kaderisasi menjadi tanggung jawab setiap elemen demokrasi, uatama partai politik. 5. Demokrasi menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, toleransi dan keadilan sosial. (GR)


Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya