Anak Bawang Balai Kota Ungkap Hal-Hal Tersembunyi Soal Ahok

Bedah buku Ahok dan Hal-Hal yang Belum Terungkap (Foto: Sui Suadnyana/redaksibali.com)



REDAKSIBALI.COM. Pada suatu hari, Ahok keluar dari ruangannya. Dia kebingungan sembari menggaruk-garuk kepalanya. Ayu Kartika Dewi yang sudah menunggunya sejak lama, memperhatikan Ahok yang sedang dilanda kecemasan itu. "Ayu udah disini (tetap di Balai Kota) aja," kata Ahok kepada Ayu.

Waktu itu, Ayu Kartika Dewi menunggu Ahok di depan ruangannya berencana untuk berpamitan dari Balai Kota. Ayu sudah diterima oleh sebuah perusahaan swasta sehingga dirinya berniat untuk mengakhiri magang di Balai Kota. Namun ketika mendengar perkataan Ahok itu, Ayu hanya bisa bilang "Oke Pak", lalu mereka sama-sama membubarkan diri.

Ayu kemudian segera menelepon pihak perusahaan, untuk memberitahu bahwa dirinya mengurungkan niat untuk bekerja. "Saya akan bertahan magang di Bali kota," kisahnya.

Begitulah kisah Ayu, salah satu staf magang dari mantan eks Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kisah itu Ayu tuturkan saat bedah buku "Ahok dan Hal-Hal yang Belum Terungkap" di Gramedia Mal Bali Galeria, Jum'at, (4/5) beberapa waktu lalu. Bersama 20 orang staf Ahok lainnya, Ayu menuliskan buku tersebut. Buku ini ditulis untuk menyebarluaskan inspirasi mengenai Ahok diluar yang biasanya dipublikasikan media.

Ayu mengungkapkan, buku ini ditulis untuk menceritakan berbagai pengalaman magang dari staf-staf Ahok di Balai Kota. Lulusan Amerika ini menceritakan keseruannya magang di Bali Kota ketika mendapat tugas menyisir anggaran siluman yang ditugaskan oleh Ahok. "Itu selama dua bulan kita kerjakan, dari pagi sampai jam 2 siang. Hari libur, Sabtu dan Minggu kita masuk. Menariknya Pak Ahok selalu menemani kita, dia juga ikut menyisir anggaran bersama kita," kenang Ayu.

Buku Ahok dan Hal-Hal yang Belum Terungkap (Foto: Sui Suadnyana/redaksibali.com)




Penulis lain, Michael V. Sianipar, pemuda lulusan Korea ini telah menemani Ahok ketika masih menjadi wakil gubernur. Bahkan tergabung langsung dalam tim kampanye Jokowi-Ahok. Kisahnya juga tak kalah berkesan dengan Ayu.

Michael bercerita saat Balai Kota membuka kesempatan program magang. Dirinya tidak percaya, peserta yang mendaftar program magang waktu itu sebanyak 3000 orang. "Bukan hanya orang Jakarta, bukan hanya orang Indonesia, tapi mahasiswa diluar negeri dan tinggal di luar juga ikut mendaftar," kenang Michael.

Mengenai buku ini, menurut Michael bukan ditulis untuk semata-mata menganggungkan sosok Ahok. Namun lebih kepada menyebarkan pengalaman selama magang di Balai Kota. "Bukan buku politik, tapi buku yang menceritakan pengalaman kerja di Balai kota," katanya. (sui)

Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya