DPRD Bali Mengutuk Aksi Teror Bom di Jawa Timur

Suasana Sidang Pelantikan I Made Dauh Wijana dan I Wayan Sutena sebagai Anggota DPRD Bali (Foto: Sui Suadnyana)


REDAKSIBALI.COM. Aksi teror bom yang terjadi di sejumlah tempat di Indonesia membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali geram. Hal itu ditunjukkan dalam pernyataan sikap yang dikeluarkan pada Senin, (14/05) di sela acara Pelantikan   I Made Dauh Wijana dan I Wayan Sutena sebagai Anggota DPRD Bali.  I Made Dauh Wijana merupakan Pengganti Antar Waktu (PAW) dari Cok Raka Kerthyasa. yang mengundurkan diri karena maju sebagai Calon Bupati Gianyar, sedangkan I Wayan Sutena merupakan PAW dari I Ketut Mandia yang mengundurkan diri karena maju sebagai Calon Wakil Bupati Klungkung.

Pernyataan sikap yang  dibacakan langsung oleh Ketua DPRD Bali, I Nyoman Adi Wiryatama,  intinya DPRD Bali mewakili rakyat Bali mengutuk dengan keras serangan biadab yang terjadi di Jawa Timur. Selain itu, DPRD Bali juga berbela sungkawa kepada keluarga korban yang ditinggalkan serta berharap korban diberikan tempat sesuai dengan karmanya. 


"Kita menghimbau kepada masyarakat Bali untuk tetap tenang dan waspada, karena tidak bisa dipungkiri Surabaya tidak jauh dengan Bali. Mudah-mudahan tidak sampailah ke Bali," kata Adi Wiryatama saat ditemui usai Sidang Pergantian Antarwaktu DPRD Bali di  di ruang rapat paripurna. Menurut politisi PDI Perjuangan ini, serangan terorisme semacam ini tidak memilih waktu dan tempat. Ia menghimbau agar masyarakat Bali tetap waspada. "Siapapun yang tinggal di Bali harus tetap waspada terhadap hal-hal yang mencurgan dan laporkan ke aparat yang berwajib," pintanya.


Kepada aparat kepolisian Adi Wiryatama memohon agar meningkatkan keamanan dan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kejadian semacam ini karena kejadian seperti ini bisa terjadi setiap saat. (sui)
Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya