Gubernur Bali Kritik Program Rp. 500 Juta Mantra-Kerta

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, memberikan keterangan pers saat dijumpai oleh awak media usai Sidang Pergantian Antar Waktu (PAW) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Bali pada Senin, (14/5). (Foto: Sui Suadnyana/redaksibali.com)

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, kembali bersuara terkait program Cagub-Cawagub Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) yang menjanjikan bantuan dana ke desa adat sebesar Rp. 500 juta per tahun. Pastika menilai, janji itu sulit untuk direalisasikan, karena hal ini bukanlah terbatas pada nominal, tapi soal persentase.

Ketika ditemui oleh awak media usai sidang Pergantian Antar Waktu (PAW) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Bali pada Senin, (14/5), Pastika menjelaskan, bahwa dalam sistem anggaran keuangan, persentasenya itu diatur dalam undang-undang. Persentase pendidikan minimal 20 persen, dengan masuknya SMA/SMK ke ranah provinsi menyebabkan peningkatan anggaran pendidikan kemungkinan naik menjadi 30 persen. Selain itu, pemerintah provinsi juga diwajibkan untuk mentransfer ke kabupaten/kota minimal 30 persen. "Nah ini saja sudah 60 persen," kata Pastika menjelaskan.

Ditambah lagi, dana kesehatan dan infrastruktur masing-masing minimum 10 persen. "Itu saja sudah 80 persen. (Ditambah) belanja pagawai, emang tidak digaji itu orang-orang. Anggaplah 20 persen (gaji pegawai), kan sudah 100 persen. Darimana nyarinya. Ini bicara persentase bukan nominal," tegas Pastika.

Baginya, boleh-boleh saja menjanjikan bantuan dana sebanyak mungkin, namun tetap perlu dihitung anggaran keuangan yang tersedia. "Mari kita hitung saja, bukan masalah memberatkan, duitnya dari mana," kata Pastika heran.

Bagi Pastika, ini bukan soal berat atau mudah. Keberadaan desa pakraman harus tetap dijaga karena itu adalah benteng dari tradisi, budaya, dan agama. "Bali ini hebat karena ada desa pakraman. Tapi harus realistis ngitungnya. Ada undang-undang, itu persoalan. Kecuali kita mau melanggar undang-undang itu," pungkasnya. (sui)

Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya