Gubernur Pastika: Pengusaan Ilmu Kita Seperti Martabak

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika (tengah) berfoto bersama usai membuka Seminar Nasional dan Bimbingan Teknis Forum Guru IPS Seluruh Indonesia (Fogipsi) di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Sabtu, (12/5) pagi. (Foto: Sui Suadnyana/redaksibali.com)



REDAKSIBALI.COM. Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, mengkritik kurikulum pembelajaran yang terlalu berat diberikan kepada anak-anak. Hal itu disampaikan Pastika saat membuka Seminar Nasional dan Bimbingan Teknis Forum Guru IPS Seluruh Indonesia (Fogipsi) di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Sabtu, (12/5) pagi.

Pastika memaparkan, berbagai mata pelajaran yang diampu oleh para guru IPS, diantaranya sosiologi, ekonomi, geografi, dan sejarah yang menurutnya terlalu berat diberikan kepada anak-anak SMP. "Karena yang nyusun kurikulum professor-professor, orang pintar-pintar, jadi dianggapnya anak-anak ini juga begitu (pintar), sehingga beban mereka menjadi berat sekali. Ini kritik kepada penyusun kurikulum. Semua (mata pelajaran) dimasukkan (ke kurikulum)," ujarnya.

"Seberapa jauh kita bisa ngajarain ini (mata pelajaran) kepada anak-anak kita yang SMP. Apa isinya itu? Apa ngga pusing anak-anak itu? Gurunya saja mungkin pusing," celetuk Pastika yang langsung diiringi tawa peserta acara.

Gubernur dua periode ini mengakui, bahwa hal ini merupakan bentuk kriktik terhadap dunia pendidikan. Lebih jauh dirinya menyebutkan alasan mengapa negara Indonesia belum mampu bersaing dengan negara lain. Hal itu, menurut Pastika, karena ada kesalahan sistem dalam dunia pendidikan.

Beban pembelajaran yang terlalu banyak menyebabkan anak didik menjadi tidak fokus. "Penguasaan ilmu kita seperti martabak, lebar tapi tipis. Anak-anak ngga ngerti apa-apa," kata Pastika.

Menurutnya, hal semacam ini juga dialami oleh tamatan perguruan tinggi. Selama mengkuti pendidikan para peserta didik tidak fokus dan tidak mengetahui secara mendalam. (sui)

Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya