Gubernur Sesalkan Masih Ada Masyarakat Tertipu Investasi Bodong

Gubernur Bali Made Mangku Pastika berbicara di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, Minggu, (6/5). Pastika sesalkan masih adanya masyarakat yang tertipu investasi bodong




REDAKSIBALI.COM Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, menyesalkan masih adanya masyarakat yang tertipu dengan keberadaan investasi bodong. Menurutnya, praktek semacam ini telah berlangsung sejak lama bahkan dari tahun 1992. Waktu itu dirinya sebagai Kepala Satuan Penyidik Perbangkan di Mabes Polri dan ia sudah menangani kasus semacam itu.

Diterangkan Gubernur, kejahatan semacam ini juga seringkali terjadi di Bali, salah satunya yang pernah terjadi di wilayah Sesetan, Denpasar. Selain di Sesetan, modus ini juga pernah terjadi di daerah Karangsem. Sebuah perusahaan berkedok dengan nama Koperasi Krama Karangasem. “Depannya bisa apa saja, tapi sebenernya itu investasi bodong,” kata Gubernur saat berbicara di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar pagi tadi, Minggu, (6/5). Pembicaraan Gubernur ini menanggapi sosialisasi dari mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana mengenai investasi bodong.

Dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk lebih jeli dalam melihat perusahaan investasi. Menurutnya, masyarakat saat ini masih suka dengan iming-iming bunga yang besar. Padahal jika dikalkulasi, bunga yang besar yang ditawarkan oleh perusahaan itu sangat sulit dan bahkan tidak mungkin untuk dilakukan.

DItakutkan oleh Pastika, perusahaan semacam ini selalu mencari anak muda yang baru tamat dari kuliah. Hal itu dikarenakan biasanya banyak  sarjana yang kebingungan untuk mencari pekerjaan. “Jadi yang biasanya direkrut itu sarjana, kalau sarjana dianggap orang tuanya paling tidak (itu) mampu,” kata Pastika.

Modus perusahaan semacam itu kini sudah berkembang. Kata Pastika, mereka juga sudah menggunakan sarana online. “Selain sarjana, yang disasar juga orang-orang yang sudah pensiun,” pungkasnya. (sui)


Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya