Menjelang Pengumuman UNBK, Aksi Corat-Coret dan Konvoi Kembali Jadi Sorotan

Aksi corat-coret seragam oleh siswa dalam merayakan kelulusan (Foto: istimewa)




REDAKSIBALI.COM. Menjelang pengumuman Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) tingkat SMA/SMK sederajat pada Kamis, (3/5) esok, sejumlah pihak kembali menyoroti terjadinya aksi corat-coret seragam dan konvoi kendaraan bermotor di jalanan. Setiap tahun aksi seperti ini telah menjadi kebiasaan bagi siswa untuk merayakan kelulusan. Dari aksi ini, ditakutkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakan dan berbagai hal negatif lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bali, Made Mangku Pastika menghimbau kepada para siswa yang merayakan kelulusan agar tidak meluapkan rasa kegembiraan secara berlebihan. Jikalau berlebihan, menurut Pastika, justru dapat membahayakan diri sendiri. Disamping itu, ia juga mengingatkan para siswa agar sadar bahwa prosesnya belum selesai. "Pendidikannya belum selesai itu, belum apa-apa. Kalau yang SMA masih berjuang untuk berhasil masuk perguruan tinggi. Kalau yang sudah tamat perguruan tinggi masih harus berjuang lagi untuk mendapatkan pekerjaan," kata Pastika saat ditemui usai upacara perayaan Hari Pendidikan Nasional pada Rabu, (2/5) di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar.

Lebih lanjut, Pastika  berharap bahwa para siswa tidak menggunakan waktunya dengan kegiatan yang sia-sia dan tidak perlu. "Kalau untuk meluapkan kegembiraan sekadarnya, saya kira ngga ada masalah," tuturnya.

Sementara itu, Wakapolda Bali, Brigjen Pol Drs. I Wayan Sunartha saat ditemui dilokasi yang sama menuturkan, Kapolda Bali telah mengeluarkan kebijakan mengenai hal tersebut. Kebijakan itu dikeluarkan agar anggota yang bertugas dilapangan supaya bisa mengayomi, memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Salah satunya yang disebutkan Sunartha ialah melalui program aplikasi salak Bali. Dengan adanya aplikasi ini, dirinya berharap masyarakat dapat berpartisipasi dalam membantu aparat kepolisian untuk menjaga keamanan. "Begitu kejadian (langsung) hubungi nomor. Dengan cepat petugas bisa datang memberikan perlindungan kepada masyarakat," terangnya. (sui)

Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya