Rakyat Bali Bergolak Melawan Terorisme

Aksi Masyarakat Bali Lawan Terorisme di Patung Catur Muka Denpasar. (15/5)

Sejumlah massa dari berbagai elemen masyarakat Bali melakukan aksi kontra teroris Selasa, (15/5) sore. Masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bersatu Lawan Terorisme  terdiri dari elemen Pemuda Muhammadiyah Denpasar, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Bali, BEM Fisip Unud, BEM IHDN Denpasar, Perhimpunan Mahasiswa Khatolik Republik Indonesia (PMKRI) Denpasar, Himpunan Advokat Muda Indonesia Bersatu (HAMI) Bali, Pemuda Khatolik, Yayasan Manikaya Kauci, Komisariat Pertanian GMNI Denpasar, seniman, sastrawan hingga akademisi berjalan kaki dan berorasi dari Pura Jagatnatha menuju Perempatan Catur Muka, Denpasar 


Dalam aksi ini terdapat 5 tuntutan yang disampaikan, diantaranya mendorong disahkannya RUU Anti-Terorisme, mendukung Polri dan TNI memberantas terorisme dan radikalisme sampai ke akar-akarnya, menuntut ada penindakan tegas tokoh penebar ujaran kebencian, mengecam media yang memberi ruang kepada kelompok radikal dan 'silent terrorism' dan mencegah terorisme dimulai dari lingkungan keluarga.

Diakhir aksi, mereka memberikan bunga mawar kepada pihak kepolisian. Hal ini sebagai komitmen dari massa mendukung langkah Polri memberantas terorisme.

Di tempat terpisah, aksi yang bertajuk Doa Kemanusiaan untuk Suarabaya juga diselenggarakan di halaman Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Bajra Sandi. Berbagai elemen masyarakat seperti Ormas Baladika, Laskar Bali, Taruna Merah Putih, DPD Persatuan Alumni GMNI Bali, KNPI Bali dan berbagai organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan mahasiswa hadir dalam aksi. Juga tampak hadir dan berbaur dalam massa aksi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali,  Wayan Koster - Cok Ace. 


Massa aksi Doa Kemanusiaan untuk Suarabaya
di Bajra Sandi (15/5)
Doa bersama yang dipimpin oleh tokoh-tokoh lintas agama mendoakan korban bom Surabaya dan mengutuk serangan terorisme yang terjadi di Surabaya. 


Koordinator aksi, Nyoman Gede Antaguna menerangkan, bahwa serangan teroris ini sudah meresahkan, terlebih Bali sebagai daerah destinasi pariwisata. Dirinya menyinggung sudah ada lima negara yang mengeluarkan 'travel warning' bagi warga negaranya untuk tidak bepergian ke Indonesia. Hal ini, menurut Antaguna, komponen masyarakat Bali berkepentingan untuk mengkondusifkan suasana dengan mengajak elemen lintas agama dan kaum agamawan untuk memberikan keteduhan dan mencairkan suasana. "Itu sebenernya tujuannya," katanya.


Lebih lanjut diterangkan Antaguna, akan terus dilakukan aksi sebagai bentuk solidaritas sembari menunggu arahan dari Polda Bali agar bisa menyikapi situasi saat ini dengan tepat. (sui)



Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya