Ranu Welum Adakan Perayaan Suku-Suku Asli Bertaraf Internasional di Ubud



David Metcalf (pegang mikrofon)) didampingi  (ki-ka)  Kirk James Page, Jade Dewi  Tyas Tunggal, Emmanuela Shinta dan Anom Darsana dalam acara jumpa wartawan di Denpasar 

REDAKSIBALI.COM, Yayasan Ranu Welum akan menyelenggarakan sebuah acara yang bertajuk Indigenous Celebration 2018 di Museum Arma, Ubud. Acara yang diselenggarakan tanggal 11 -13 Mei akan menjadi ajang pertemuan lebih dari 200 seniman yang berasal dari 32 kelompok suku dari 7 negara yang melebur dalam kreasi tari, musik, kearifan lokal, pendidikan. 


"Acara ini merupakan suatu kesempatan untuk menghormati budaya yang kita warisi dari nenek moyang kita, sekaligus untuk merayakan identitas kita sebagai orang asli dari tanah Nusantara dengan semua yang kita miliki. Ada tujuh kelompok seni budaya Dayak yang hadir di acara ini. Saya bangga bahwa orang Dayak, yang dulunya sering disebut sebagai "orang hutan' atau 'pemburu kepala yang mengerikan', sekarang memimpin pergerakan pemuda adat agar bisa diakui negara ini dan khalayak internasional. Inilah saatnya memberi ruang bagi masyarakat adat agar bisa diterima bukan hanya dengan keindahan budaya kami namun juga segala permasalahan dan perjuangan kami" ungkap Emmanuela Shinta pendiri Yayasan Ranu Welum yang berbasis di Palangkaraya, Kalimantan Tengah


David Metcalf, pria Australia yang menghabiskan bertahun-tahun hidupnya untuk mendukung masyarakat adat kemanapun dia pergi menjadi pendiri acara ini, " Melalui acara ini , saya berharap bisa  menggabungkan pemuda  dengan leluhur, generasi tua  uang memiliki begitu banyak nikmat  dan pengetahuan namun seringkali terkubur jauh  dan mungkin akan hilang selamanya.  Kita tidak boleh membiarkan hal itu terjadi. Saya hanya warga asing yang ingin melihat lebih banyak pemuda bangkit dengan kekuatan penuh untuk membangun komunitas mereka dan melestarikan budaya mereka. Acara ini milik mereka" ungkapnya


Acara yang berlangsung selama tiga hari ini didukung oleh Antida Music Production. "Antida Music Production ada di sini untuk membuat acara inin sukses karena kami  mendukung budaya dan adat di Kalimantan dan ingin bersama membangun dan mengembangkan budaya Nusantara" ujar Anom Darsana, pemilik Antida Music Production dalam jumpa wartawan Senin, (7/5/ 2018) di Denpasar.


Menurut panitia, kegiatan  ini merupakan acara amal dimana dana tiket dan sponsor yang terkumpul
akan disumbangkan ke yayasan dan badan amal di Indonesia yang berdedikasi untuk melestarikan budaya dan komunitas adat. (GR)



Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya