Sekolah Bisa Terima Siswa Melalui 4 Jalur

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Tjok Istri Agung (TIA) Kusuma Wardani saat diwawancarai oleh media usai upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional pada Rabu, (2/5) di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar




REDAKSIBALI.COM. Jelang Peneriman Peserta Didik Baru (PPDB) yang akan dilangsungkan pada Juni sampai Juli mendatang, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Bali tengah melakukan persiapan. Pada Kamis, (3/5) kemarin, Disdik Provinsi Bali mengumpulkan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Bali untuk membahas PPDB tingkat SMA/SMK sederajat di kantor setempat.

Kepala Disdik Provinsi Bali, Tjok Istri Agung (TIA) Kusuma Wardani saat dimintai keterangan usai kegiatan berlangsung mengungkapkan, bahwa PPDB 2018 masih dalam proses pembahasan. Aturan yang digunakan dalam PPBD kali ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 17 Tahun 2017. Kusuma Wardani memaparkan, dalam Permendikbud tersebut diatur beberapa cara penerimaan peserta didik diantaranya melalui jalur khusus, jalur prestasi, jalur miskin, dan jarak tempat tinggal atau zonasi.

Jalur khusus diperuntukan bagi calon peserta didik sesuai dengan daerah tugas orang tua. “Misalnya ada orang tuanya tugas di Jakarta, terus pindah ke Denpasar. Nah ini kita fasilitasi dengan jalur khusus,” terangnya. Jumlah siswa yang dapat diterima dalam jalur khusus perpindahan orang tua ini, Disdik Provinsi Bali mengadopsi penuh sesuai dengan aturan Permendikbud maksimal sebanyak 5%.

Disdik Provinsi Bali juga mengatur jalur khusus ini dengan menambah kriteria bagi calon peserta didik yang memerlukan kebutuhan khusus. Hal ini menurut Wardani, dikarenakan Bali saat ini sedang menjadi percontohan penyelenggaran pendidikan inklusi. Khusus anak inklusi ini setelah mendapatkan rekomendasi dari psikiater dapat masuk di kelas regular.

Selanjutnya yang juga termasuk jalur khusus yakni jalur bina lingkungan lokal. Hal ini menurut Wardani dikarenakan ada sekolah yang asetnya dimiliki oleh desa. “Ini yang harus dimediasi karena pemerintah tidak mampu menghadirkan lahan,” kata Wardani. Diskdik Provinsi Bali merencanakan presentase jalur ini antara 10%-15%.

Selain itu, jalur khusus ini juga diperuntukan bagi anak pendidik atau anak guru yang dibuktikan dengan kartu KK dan akte kelahiran. Dalam jalur ini, terang Wardani, sesuai dengan jumlah guru disekolah bersangkutan yang mempunyai anak sebagai calon peserta didik. “Kalau tidak ada ya (jumlahnya) nol, kan tidak bisa dipaksakan yang seperti itu. Jadi anak pendidik dan tenaga kependidikan disekolah bersangkutan wajib diterima oleh sekolah tersebut,” terangnya.

Sedangkan untuk jalur prestasi, Diskdik Provinsi Bali memberi jatah sebanyak 5% dan  jalur miskin minimal 20%. “Apabila semua miskin seperti di Kubu (Karangasem), jadi yang miskin masuk, (jadinya) yang zonasi tidak,” pungkas Wardani. (sui)

Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya