Masuk Unud, Siapkan Uang Rp. 10 Juta Sampai 150 Juta



Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. I Nyoman Gede Antara saat memberi keterangan pada awak media di Gedung Rektorat UNUD , Bukit Jimbaran (Selasa, 22/5)

REDAKSIBALI.COM. Universitas Udayana (Unud) pada tahun ini membuka kesempatan bagi calon mahasiswa baru melalui jalur mandiri. Jalur ini dilaksanakan setelah jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Jalur Mandiri akan dibuka hingga 10 Juli mendatang dan pelaksanakan tes tulis pada 15 Juli. Jalur ini terbilang berbeda, mengingat sebelumnya Unud melaksanakan jalur mandiri dengan mengambil nilai peserta SBMPTN.

Menariknya lagi jalur mandiri Unud tahun ini, mahasiswa yang diterima diwajibkan untuk menyetorkan dana bantuan Sarana Pengembangan Institusi (SPI). Nominal dana tersebut berbeda masing-masing program studi dan tidak seluruh program studi melaksanakannya. Bagi program studi yang tidak melaksanakan akan dilakukan subsidi silang.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. I Nyoman Gede Antara menuturkan, bahwa jalur mandiri ini digunakan bagi mahasiswa yang berminat masuk Unud dan tidak berhasil lolos seleksi di SNMPTN dan SBMPTN. Sehingga dari konsekuensi itu ada dibebankan dana finansial untuk pengembangan institusi. Menurut Antara, hal semacam ini sudah lumrah dilaksanakan di perguruan tinggi di Indonesia. "Kedepan kita perlu menambah jumlah mahasiswa karena tingginya minat di Unud dan sarana dan prasarana perlu kita persiapkan. Nah sumbangan inilah diharapkan mampu meningkatkan daya tampung," kata Antara saat melakukan konferensi pers di Ruang Nusa, Gedung Rektorat Unud, Bukit Jimbaran pada Selasa, (22/5).

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Keuangan, Prof. I Gusti Bagus Wiksuana menambahkan, masyarakat perlu mengetahui bahwa dalam sistem lembaga pendidikan terdapat tiga perbedaan. Perbedaan itu meliputi status perguruan tinggi dari yang bersifat Satuan Kerja Biasa (Satker Biasa), Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTNBLU) dan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH). Bagi Satker Biasa didanai sepenuhnya oleh pemerintah. Disisi lain, dengan status BLU pendapatan diperoleh dari pemerintah dan diperbolehkan melakukan usaha secara mandiri. Sedangkan PTNBH sendiri sepenuhnya dibiayai oleh dirinya sendiri tanpa ada bantuan pemerintah. "SPI bisa dilakukan oleh Unud karena menyandang status sebagai PTNBLU," terang Wiksuana

Dirinya memaparka, bahwa nominal yang dikenakan dari adanya SPI ini dari seluruh program studi, nilai terkecil berada di angka Rp. 10 Juta. "Itu bervariasi, ada yang 10 juta, 12 juta, paling besar sampai 150 juta untuk Fakultas Kedokteran," tuturnya.

Semenjak menjadi PTNBLU, Wiksuana mengakui bahwa sumber keuangan dari pemerintah semakin rendah sehingga Unud dituntut untuk melakukan upaya sendiri dalam pengadaan sarana prasana. Selain dikenakan SPI, siswa yang lolos jalur mandiri juga dikanakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada golongan 4 dan 5. (sui)
Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya