Manajemen Lombok Idjo Lakukan Klarifikasi dan Permohonan Maaf Kepada Umat Hindu



Budi Wicaksosno Saputra (Direktur ) Made Sukerti S.Sos, (Pendaping Manajemen) beserta karyawan Rumah Makan Lombok Idjo saat diterima Prof. Dr. Drs.I Gusti Ngurah Sudiana, MSi Ketua PHDI Bali yang didampingi I Nyoman Kenak, Ketua PHDI Denpasar, Made Arka dan jajaran pengurus PHDI lainnya. di ruang Pertemuan Kantor PHDI Bali, Kamis (14/6/2018) terkait klarifikasi lowongan kerja bernada SARA (foto: redakisbali.com)


REDAKSIBALI.COM. “Dengan ini kami memohon maaf dengan setulusnya kepada umat Hindu dan semua pihak yang merasa terganggu atas kekeliruan redaksi lowongan kerja yang bernada SARA yang termuat dalam akun facebook pribadi staff kami (Vanie Oetha). Kejadian ini merupakan pelajaran yang sangat penting bagi kami untuk menata perusahaan lebih baik dikemudian hari.” Demikian pernyataa Budi Wicaksosno Saputra pengelola Rumah Makan Lombok Idjo saat pertemuan antara manajemen rumah makan Lombok Idjo dengan Pimpinan PHDI Bali dan PHDI Kota Denpasar hari Kami (14/6/2018) di kantor PHDI Bali, Jalan Ratna Denpasar

Surat Pernyataan Permohonan Maaf
Direktur Rumah Makan Lombok Idjo
Lebih lanjut Budi Wicaksono mengungkapkan bahwa “ Sebetulnya lowongan kerja itu dibuat dan diposting atas inisiatif pribadi oleh salah satu staff kami tanpa sepengatahun kami. Postingan tersebut berbeda sekali dengan iklan resmi dari Lombok Idjo. Dan jauh sebelum staff kami mengunggah iklan lowongan yang bermasalah tersebut kami sudah melakukan perekrutan dan menerima mayoritas orang Bali Hindu sebagai karyawan di berbagai divisi, mulai dari level atas sampai bawah. Dan kami pun sejak awal renovasi rumah makan, kami sudah mengikuti adat istiadat, tata acara menurut Hindu Bali, salah satunya pendirian pelingih Tugu Karang dan Padma beserta rangkaian upacaranya ”

Pernyataan Budi Wicaksono dibenarkan oleh Vani Rosita,  orang yang mengunggah  lowongan kerja di akun FB yang viral . “Dengan ini saya memohon maaf dengan setulus hati kepada Umat Hindu dan semua pihak yang merasa terganggu atas kekeliruan redaksi lowongan kerja yang bernada SARA yang termuat dalam akun facebook pribadi saya (Vanie Oetha). Redaksi lowongan kerja tersebut murni merupakan inisiatif pribadi saya. Untuk itu saya juga memohon maaf kepada perusahaan di tempat saya bekerja “ ungkap ibu muda kelahiran Denpasar yang menikah ke Ubud ini menyesali tindakannya yang ceroboh.

Berkaitan dengan viralnya lowongan kerja yang bermasalah, pihak manajemen Lombok Idjo mengambil langkah cepat untuk mengklarifikasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait terutama dengan pimpinan PHDI Bali. Pada hari ini, Kamis tanggal 14 Juni 2018   Manajemen Lombok Idjo diterima Pimpinan PHDI Bali untuk melakukan klarifikasi. 

Prof. Ngurah Sudiana, Ketua PHDI Bali dalam pertemuan tersebut mengungkapkan sangat menyesalkan kejadian-kejadian seperti ini terulang, Lowongan kerja yang berbau SARA ini tidak hanya merugikan umat Hindu namun juga merongrong NKRI. Karena itu tidak boleh ada lowongan kerja yang berbau SARA  seperti ini. Senada dengan Prof Sudiana, Nyoman Kenak, Ketua PHDI Kota Denpasar yang turut hadir dalam pertemuan tersebut juga menyatakan ketersinggungannya atas lowongan kerja yang bernada diskriminasi terhadap Hindu. Nyoman Kenak juga menyesalkan   pihak pengelola rumah makan  tidak bisa dihubungi.untuk dimintai klarifikasi.

Surat Pernyataan Permohonan Maaf Vani Rosita,
 Karyawan Rumah Makan Lombok Idjo
yang mengunggah lowongan kerja
"Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami Bapak Kenak. Saya benar-benar tidak tahu kalau yang menelpon saya itu Pak Nyoman Kenak, Ketua PHDI Kota Denpasar. Kalau saya tahu pasti saya angkat atau telepon balik untuk melakukan klarifikasi. Kebetulan saat itu saya sedang ada di Semarang, saya menerima banyak kata-kata kasar dan kotor karena lowongan kerja yang viral itu. Saya takut salah ucap dan suasana menjadi semakin tidak kondusif" Ungkap Budi Wicaksono mengklarifikasi kekecewaan Pak Kenak.

Pertemuan yang dilaksanakan di kantor PHDI Bali, Jalan Ratna Denpasar selama satu jam itu pada prinsipnya menerima itikad baik pihak Manajemen Rumah Makan Lombok Idjo untuk melakukan klarifikasi dan permohonan maaf. PHDI berharap permohonan maaf dilaksanakan secara tertulis diatas meterai

“Kami sangat berterimakasih kepada Bapak Ketua PHDI Bali atas waktu dan kesempatan yang diberikan kepada kami untk melakukan klarifikasi. Kami akan segera tindak lanjuti apa yang menjadi harapan Bapak-bapak dalam pertemuan tadi. Setelah bertemu dengan Pimpinan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, sebagai perusahaan yang berdiri di Bali, atas saran dan masukan dari PHDI Bali kami akan lebih memperhatikan muatan-muatan lokal Bali (adat istiadat Bali, dll) dalam mengelola perusahaan kami.” Jawab Budi Wicaksosno Saputra saat ditanya redaksibali.com terkait apa yang akan dilakukan manajemen Lombok Idjo usai pertemuan (GR)
Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya