Naedrum, Seniman Musik Tradisional Korea Selatan Memukau Penonton PKB

Seniman musik tradisional asal Korea Selatan, Naedrum saat tampil di ajang Pesta Kesenian Bali 2018 hari Sabtu (7/7/2018).

REDAKSIBALI.COM. Pesta Kesenian Bali (PKB) 2018 di Taman Budaya Denpasar.dimeriahkan dengan penampilan Seniman musik tradisional asal Korea Selatan, Naedrum hari Sabtu (7/7/2018). . Tabuhan genderang drum bergemuruh melingkupi gedung Ksirarnawa, Naedrum menampilkan pertunjukan dengan tiga sekuen, di mana mereka mengangkat folklore dari negaranya. 

Chookwon (berkat) adalah upacara tradisional yang berasal dari provinsi Gyeongsang, Korea. Upacara ini merefleksikan perayaan tahun baru. Secara tradisi, biasanya, perayaan ini ditampilkan dengan mengelilingi desa untuk mengusir roh jahat dan sebagai doa mereka agar rumah dan desa dilingkupi oleh kedamaian. 

Cheongsin (Permohonan kepada Dewa Pencipta) adalah ritual meminta hidup panjang dan mempunyai banyak keturunan dari ritus kelahiran kepada Sejon, Dewa pemberi berkat. Pada sekuen ini, menampilkan suara unik (semacam kidung) yang berasal dari dukun pantai timur. 

Naori & Sinmyung, merupakan ritual yang menarik. Pada sekuen ini, Naedrum tampil dengan dinamis, yang melibatkan penonton untuk dapat merespon pertunjukan mereka. Naedrum dan penonton tidak ada batas, pertunjukan ini ditutup dengan menari bersama-sama antara Naedrum dan penonton yang hadir. 

Ini merupakan kali pertama Naedrum tampil di Bali. Sebagai promoter, Antida Music Productions mendatangkan langsung Naedrum untuk tampil di Pesta Kesenian Bali (PKB). 

“Antida Music Productions menjalin hubungan yang baik dengan Korea Selatan. Setiap tahunnya, kami selalu diundang sebagai delegasi Indonesia untuk datang ke acara APaMM (Asia Pasific Music Meeting). Di dalam acara ini, yang dihadiri oleh founder-founder festival di berbagai belahan dunia, kami seringkali berbagi pemikiran untuk melakukan semacam ‘cross-culture’. Sebelum Naderum, kami pun mendatangkan Kim So Ra, musisi asal Korea ke Bali pada bulan Mei lalu. Bukan hanya mendatangkan musisi-musisi luar ke Bali, Antida Music Productions juga kerap kali mengajak musisi-musisi Bali maupun kesenian lainnya ke luar negeri. Dua tahun lalu, dalam rangkaian ini, kami mengajak Gustu Brahmantya, untuk tampil di Korea. Pada bulan Juli ini, kami mengajak group Tari Saman yang bernama Gaya Gayo ke Rain Forest Festival. Dan pada bulan Agustus ini, kami mengajak Rhythm Rebel dari Bali ke Korea. Semua ini kami tujukan untuk hal yang positif, yang dapat membangun kualitas seni di tanah air ini.” Ujar Anom Darsana, Pemilik Antida Music Productions. 

“Kami ingin membagi kebahagiaan, dan pementasan ini kami lakukan untuk memohon kepada dewa agar kita semua dilimpahi kebahagiaan” Ucap Hyo Jin Hong, salah satu pesonil Naedrum.(GR)



Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya