Cultim 1.0: Aplikasi Pemukul Kulkul dengan SMS

Penyerahan aplikasi pemukul kulkul kepada Banjar Chandra Asri, Batubulan Gianyar
REDAKSIBALI.COM - Memukul "kulkul" kini bisa memanfaatkan teknologi. Caranya simple, hanya dengan mengirim SMS (Short Message Service), Kulkul bisa dibunyikan otomatis. 

Ya, dosen muda berbakat STMIK STIKOM Indonesia (STIKI Indonesia) I Gusti Made Ngurah Desnanjaya, S.T.,M.T berhasil menciptakan sebuah alat untuk membantu para warga memukul kulkul. Alat yang dirancang serba otomatis ini diberi nama Cultim 1.0.

Alat ini mulai digunakan di Banjar Chandra Asri, Kecamatan Batubulan Kabupaten Gianyar, sebagai Pilot Project. Pada Minggu (19/8/2018), Ngurah Desnanjaya menghibahkan alat tersebut kepada warga Banjar Chandra Asri.

Ia mengaku, alat itu diciptakannya atas permintaan warga di Banjar tersebut. Selama ini mereka kesulitan memukul kulkul karena berada di bangunan yang tinggi.

“Masyarakat punya Kulkul termasuk bangunan kulkulnya yang begitu megah dan tinggi, tetapi untuk naik membunyikan kulkul itu cukup susah dan warga takut karena di antara kulkul tersebut ada rumah Tawon. Berawal dari sana warga enggan untuk membunyikan kulkul ini. Saya mencoba memecahkan masalah tersebut dengan sentuhan teknologi dan lahirlah alat pemukul Kulkul Otomatis ini," jelasnya.

Ngurah Desnanjaya menjelaskan, alat tersebut dirancang dengan menggunakan microcontroller yang dapat dikendalikan dengan dua sistem, yakni melalui SMs dan Keypad. 

"Dengan SMS yang dikirim oleh warga, Kulkul tersebut akan berbunyi dengan sendirinya sesuai dengan jenis pukulan kulkul pada umumnya yang berlaku di Bali. Sistem SMS dibuat aman sehingga hanya nomor yang terdaftar saja yang dapat mengirim SMS dan menjalankan kulkul otomatis," ujarnya.

Adapun Keypad, lanjut dia, difungsikan ketika terdapat gangguan sistem SMS dan jaringan.

Cultim 1.0 ini merupakan sistem yang dapat bekerja secara otomatis dengan triger SMS. "Warga tidak harus memanjat bale kulkul. Itu dapat dikendalikan dengan jarak jauh. Sistem akan terkoneksi ke alat untuk menggerakkan pemukul dan data dapat teruplod ke web untuk mengetahui jumah bunyi atau melakukan upacara atau sangkep. Dan saat ini sedang di kembangan untuk mobile programing," jelasnya.

Cultim 1.0 tersebut dibuat hanya 30 hari. Biaya pembuatan sistem ini bersumber dari dana Kreativitas STIKI Indonesia.

Kepala Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kreativitas (LPIK) STIKI Indonesia I Dewa Made Adi Baskara Joni, M.Kom yang mewakili Ketua STIKI Indonesia mengatakan, pembuatan sistem Cultim 1.0 itu sebagai pelaksanaaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memiliki kewajiban untuk membantu masyarakat memecahkan permasalahan yang ada. 

“Kami memiliki kewajiban untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada di masyarakat. Solusi itu pun harus kami pertimbangkan kepada masyarakat agar pada nantinya tidak menjadi permasalahan baru bagi masyarakat. Salah satu contohnya adalah alat Cultim 1.0 ini. Ketika solusi kami tawarkan dan warga menyetujui ya kami realisasikan tanpa menghilangkan nilai-nilai yang ada," jelasnya  (Ar)
Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya