Komunitas Bali Exotic Stock Traders (BEST) Peduli Korban Gempa Lombok

Darma Yasa (baju biru) didampingi anggota Komunitas Bali Exotic and Stock Traders (BEST)  menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk korban Gempa Lombok melalui Posko Bantuan Solidaritas Bali untuk Korban Gempa Lombok. hari Kamis (16/8/2018)
REDAKSIBALI.COM. Komunitas Bali Exotic  Stock Traders (BEST) yakni komunitas yang terdiri para traders di Bali pada Kamis (16/8/2018) menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK) untuk korban gempa Lombok.

Bantuan diserahkan melalui Posko Bantuan Solidaritas Bali untuk Korban Gempa Lombok yang bertempat di komplek kebun bunga Uber Sari, Sumerta Kelod Denpasar.

“Kami turut prihatin dengan saudara-saudara kami yang terkena musibah akibat gempa 7 SR yang perpusat di perairan laut Lombok hari minggu 5 Agustus lalu. Juga korban akibat gempa susulannya. Semoga bantuan kami bisa meringankan beban saudar-saudara kita yang menjadi korban gempa, khususnya di Lombok.” ungkap, Ketua komunitas BEST saat menyerahkan bantuan yang diterima relawan Posko Bantuan Solidaritas Bali untuk Korban Gempa Lombok.

Lebih lanjut Dharma Yasa menyampaikan “Barang yang kami sumbangkan ini merupakan urunan dari angota BEST Bali yang berjumlah 200 orang. Kami semua yang tergabung dalam komunitas BEST Bali turut prihatin dengan luasnya dampak gempa. Sebagai wujud keprihatinan secara spontan anggota komunias BEST memberikan donasi mereka, yang selanjutnya dibelikan kebutuhan yang bermanfaat untuk korban gempa seperti sabun mandi, shampoo, pasta gigi, sikat gigi dan handuk”

Ditanya tentang BEST, Darma Yasa menceritakan kalau BEST merupakan komunitas terbuka, tempat untuk semua investor Bursa Efek Indonesia. berkumpul, sharing, bertukar pikiran dan saling menguatkan satu sama lainnya. Komunitas ini  sehari-harinya berkumpul dan live trading  bersama - sama di Warung dan Kolam Pancing Pan Brayut (GR)
Share on Google Plus

About redaksibali.com

1 komentar:

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya