Koster Hentikan Reklamasi Teluk Benoa, Minta Tak Ada Demonstrasi


Gubernur Bali  terpilih Wayan Koster menyampaikan sikapnya yang menyatakan reklamasi Teluk Benoa
 tak bisa dilaksakan dalam konferensi pers di Rumah Transisi, Denpasar, Jumat (24/8/2018). 

REDAKIBALI.COM. Gubernur Bali terpilih Wayan Koster menegaskan rencana reklamasi Tolak Benoa tidak bisa dilaksanakan. Ia pun menghimbau kelompok masyarakat yang pro maupun kontra terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa untuk tidak lagi melakukan aksi demonstrasi. "Mengingat rencana reklamasi tersebut sudah kami pastikan tidak akan dilaksanakan," tegas Koster dalam konferensi pers di Rumah Transisi, Denpasar, Jumat (24/8/2018). 

Hadir mendamping Koster adalah wakil gubernur terpilih Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali I Kadek Diana dan anggota fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali I Nyoman Parta dan AA Ngurah Adhi Ardhana.

Koster pun meminta Pemerintah pusat, Pemerintah Daerah Provinsi Bali, Pemerintah Daerah Kabupaten Badung dan Pemerintah Kota Denpasar serta pihak ketiga dan pihak lain yang memiliki kewenangan langsung maupun tidak langsung agar menghentikan atau tidak melanjutkan proses apapun terkait rencana reklamasi tersebut. "Termasuk studi kelayakan, analisa dampak lingkungan, dan kegiatan lain yang berkaitan dengan rencana reklamasi Teluk Benoa," kata Koster.

Ketua DPD PDI Perjuangan ini menegaskan, kawasan Teluk Benoa akan dikonservasi kembali sebagai kawasan untuk melestarikan hutan Mangrove, menjadikannya kawasan yang hijau, bersih dan indah. "Sejalan dengan hal itu, pada saatnya, kami akan melakukan tindakan secara tegas kepada semua pihak yang terbukti telah melakukan pelanggaran atau melakukan tindakan secara ilegal di wilayah hutan mangrove yang mengakibatkan rusaknya hutan Mangrove tersebut," tegas Koster. 

Ia menghimbau semua pihak agar taat dan disiplin mendukung kebijakan penindakan yang akan ditegakkan oleh pihak yang berwenang terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh siapapun di kawasan hutan Mangrove.

Untuk memastikan dan menjamin pelaksanaan atas ketegasan sikapnya terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa tersebut, Koster akan menuangkannya dalam kebijakan resmi Gubernur Bali setelah dirinya dilantik pada 17 September mendatang. "Dengan memohon doa restu dan dukungan dari seluruh masyarakat Bali, astungkara kami dapat mewujudkannya," ujar Koster.(Ar)
Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya