Lansia Dapat Prioritas Pelayanan Rumah Sakit

Ketua YWS Bali Prof Dr LK Suryani, Ni Putu Putri Suastini Koster , Nyoman Parta dan ratusan Lansia  bergembira bersama pada HUT ke-30 Yayasan Wreda Sejahtera (YWS) di Wantilan DPRD Bali, Rabu (22/8/2018)      Foto: Rudi Waisnawa

REDAKSIBALI.COM- Para Lansia (lanjut usia) di Bali mendukung penuh lahirnya Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali tentang Kesejahteran Lansia yang kini sedang dibahas DPRD Bali. Hal itu terlihat saat mereka bersorak gembira usai Ketua Pansus Ranperda tentang Kesejahteraan Lansia, I Nyoman Parta, memaparkan muatan materi Ranperda Lansia saat perayaan HUT ke-30 Yayasan Wreda Sejahtera (YWS) di Wantilan DPRD Bali, Rabu (22/8). Pada kesempatan itu hadir hampir 1.000 Lansia dari seluruh Bali. 

Dalam pemaparannya, Parta menjelaskan Perda Lansia akan menjadi dasar hukum bagi Gubernur Bali, Bupati/Walikota dan Kepala Desa seluruh Bali untuk menyusun program tentang kelansiaan. "Selama ini belum program kelansiaan karena tidak ada dasar hukumnya. Perda ini menjadi dasar hukum bagi gubernur dan jajaran OPD, bupati, walikota dan Kepala Desa seluruh Bali untuk membuat program kelansiaan. Sekarang sudah ada dana desa dari pusat, dengan adanya Perda Lansia itu menjadi dasar hukum bagi Kepala Desa membuat program kelansiaan," jelas Parta.

Ketua Komisi IV DPRD Bali yang juga inisiator lahirnya Ranperda inisiatif Dewan itu melanjutkan, dalam Perda juga akan mengatur dibentuknya Karang Lansia di tiap Desa di seluruh Bali. "Kalau untuk anak muda ada Karang Taruna. Nanti akan dibuat Karang Lansia di tiap desa. Itu tempat berkumpul, bukan hanya untuk Lansia tapi juga anak-anak, anak muda dan orang tua. Bisa gunakan Balai Desa atau wantilan untuk pertemuan Karang Lansia. Di Bali ada 1448 desa pakraman, dan tiap desa pakraman ada dua wantilan. Jadi itu tak sulit," jelas Parta.

Pilitikus vokal PDI perjuangan asal Desa Guwang, Sukawati Gianyar ini melanjutkan, dengan adanya Karang Lansia bisa dengan mudah mendata Lansia di desa, saling berkunjung antarlansia dan pemeriksaan dini kesehatan bagi para Lansia. "Sehingga yang sakit bisa secepatnya dibawa berobat ke Puskesmas atau Rumah Sakit," kata Parta.

Bakal calon anggota DPR RI ini melanjutkan, dalam Perda Lansia juga akan mengatur untuk memberi prioritas kepada Lansia jika berobat ke Puskesmas atau Rumah Sakit. Para Lansia juga dipastikan akan mendapat Kartu Bali Sehat per 1 Januari 2019 mendatang."Jika sakit dan berobat akan diprioritas pengobatannya di Puskesmas dan Rumah Sakit bagi yang memiliki Kartu Lansia," kata Parta.

Selain itu, dalam Perda juga akan mengatur untuk membebaskan tiket masuk bagi Lansia yang mengunjungi obyek wisata di seluruh Bali. "Saya yakin para Lansia punya uang Rp50.000 atau Rp100.000 untuk ongkos perjalanan ke obyek wisata. Tapi kita rancang agar gratis masuk obyek wisata bagi Lansia. Lansia perlu bertamasya ke obyek wisata," ujar Parta disambut tepuk tangan meriah para Lansia.

Selain itu juga mendorong terbentuknya Graha Werdha Bali, sebagai tempat berkumpul, dan bertemunya para lansia yang sehat dan produktif dengan generasi yang lebih muda. Di Graha Werdha Bali ini, para Lansia bisa berbagi pengalaman hidup kepada generasi yang lebih muda. "Bangun Graha Werdha untuk cegah Lansia pikun, tempat Lansia berbagi pengalaman hidup kepada gemerasi muda," ujarnya.

Melalui Graha Werdha Bali ini para Lansia produktif ini bisa berkontribusi dengan berbagi pikiran dan pengalaman hidup mereka. Menurut dia, banyak Lansia yang mapan, memiliki kisah hidup sukses yang perlu dibagikan kepada masyarakat. "Secara ekonomi mereka mapan dan banyak pengalamannya. Mereka ada yang Profesor, doktor, pensiunan pejabat, pengusaha, pensiunan dokter, bidan perawat, guru, pendeta, petani dan peternak beprestasi. Ini penting agar para Lansia tidak kena Dimensia atau pikun. Perlu disediakan Graha Werdha Bali itu agar mereka bisa berinteraksi, bisa bercerita," jelas Parta.

Graha Werdha Bali ini nantinya bisa dijadikan tempat utuk kunjungan anak anak sekolah. "Untuk mendengar cerita sukses dari para lansia potensial ini. Tentu banyak kisah hidup inspiratif dari para Lansia yang bisa diteladani oleh anak-anak sekolah," ujar Parta. 

Terakhir, Parta mengatakan, dalam Perda Lansia nanti akan diatur agar istri wakil gubernur otomoatis menjadi Bunda Lansia. "Yang baru diatur adalah istri wakil gubernur menjadi Bunda PAUD. Nanti kita atur dalam Perda agar istri gubernur juga menjadi Bunda Lansia. Bunda Lansia jadi tempat bertemu, berkeluh kesah para Lansia. Beliau juga bisa mendapat masukan dari Lansia untuk menyusun program," pungkas Parta.

Ketua YWS Bali Prof Dr LK Suryani menyambut baik terbentuknya Perda Lansia. Ia berharap agar rencana membangun Graha Werdha Bali bisa direalisasikan. "Kita harapkan agar Perda itu bisa disahkan. Kami menyambut baik perjuangan pak Parta dan DPRD Bali membentuk Perda tersebut," ujarnya.

Istri Gubernur Bali terpilih Wayan Koster, Ni Putu Putri Suastini (Bunda Putri) dalam sambutannya pada acara tersebut juga menyatakan dukungannya lahirnya Perda Lansia. Bagi dia, penting adanya perhatian pemerintah dan komponen masyarakat lainnya untuk kesejahteraan Lansia. "Saya siap menjadi Bunda Lansia," ujar Bunda Putri. (Ar)
Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya