Rapat Paripurna Istimewa DPRD Bali Gunakan Bahasa Bali

Suasana Rapat Paripurna Istimewa DPRD Bali dalam rangka Peringatan Hari Jadi Ke-60 Provinsi Bali, Selasa (14/8/2018)

REDAKSIBALI.COM
Rapat Paripurna Istimewa DPRD Bali dalam rangka Peringatan Hari Jadi Ke-60 Provinsi Bali, Selasa (14/8/2018), tampak berbeda dari biasanya.

Selain berlangsung dengan khidmat, Rapat paripurna yang dihadiri gubernur Bali Made Mangku Pastika itu mengunakan Bahasa Bali. 

Tak hanya itu, semua yang hadir menggunakan pakaian adat Bali. Selain itu juga dipentaskan beberapa acara kesenian, di antaranya Tari Praja Duta Utama yang merupakan tarian kebesaran DPRD Bali, Penampilan Celekontong Mas, Oleg Tamulilingan, dan Tari Kreasi. 

Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama mengatakan, Bahasa Bali saat ini perlu dihidupkan dan dilestarikan. Makanya, melalui Sidang paripurna Istimewa tersebut, dirinya mengajak masyarakat agar terus melestarikan Bahasa Bali. 

“Kita akan kembalikan, bagaimana Budaya Bali, Bahasa Bali dihidupkan. Kita sudah mufakat di DPRD Bali ini, setiap Ulang Tahun Bali kita akan pergunakan Bahasa Bali,” kata Adi Wiryatama usai Rapat Paripurna.

Politikus senior PDI perjuangan imi mengatakan, dengan menggunakan Bahasa Bali yang baik dan benar, akan menguatkan rasa persaudaraan sesama masyarakat Bali. 

“Bukan hanya untuk gagah-gagahan. Untuk mengingatkan kita semua sebagai keluarga Bali. kalau tidak kita, siapa lagi,” ujar Adi Wiryatama.

Sementara Gubernur Bali Made Mangku Pastika bahasa Bali memang perlu dilestarika. Saat ini Pemprov Bali telah menganggarkan untuk pembimbing Bahasa Bali di seluruh Desa Pakraman di Bali. Dengan adanyapembimbing tersebut, penggunaan Bahasa Bali tidak akan dilupakan. 

“Kita sudah anggarkan dan biayai semua pembimbing bahasa Bali disemua Desa Pakraman,” kata Pastika.

Bukan hanya Bahasa Bali, pariwisata budaya juga perlu diperhatikan. Pastika menilai masih ada kekurangan, khususnya dari pelaku budaya itu sendiri yakni seniman. 

“Masih ada kekurangan. Seniman kita masih ada yang merasa hidup digaris kemiskinan. Tapi itu manusiawi,” kata gubernur Bali dua periode yang masa jabatannya berakhir pada 29 Agustus mendatang. Ke depan, lanjut Pastika, antara seniman dan pemerintah bisa saling mengisi, menyatu, dan saling menghidupkan budaya Bali. (Ar/)


Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya