I Kadek Budi Prasetya,SH: Pemilu Serentak 2019 Sebagai Sarana Membangun dan Memajukan Bangsa

I Kadek Budi Prasetya,  SH
“Pengelolaan kesejahteraan bukan semata persoalan manajerial yang menyangkut metode pengelolaan dan pendistribusian sumber-sumber daya, tetapi juga persoalan politik yang memerlukan partisipasi publik secara substantif dalam keseluruhan proses pengambilan keputusan tersebut. Demokrasi memberi peluang bagi setiap orang untuk memperoleh akses yang setara terhadap sumber-sumber daya untuk meningkatkan taraf hidupnya. Kendati akses ini seringkali harus diraih melalui kompetisi, tapi demokrasi diyakini memberikan jaminan bagi tersedianya aturan main yang fair, sehingga tidak ada orang yang kemudian termarginalkan dalam pertarungan tersebut.” demikian disampaikan Kadek Budi Prasetya ditemui redaksibali.com usai gelar acara pemilu damai di lapangan monumen Perjuangan Rakyat Bali

Lebih lanjut anak muda yang biasa dipanggil Rambo ini mengungkapkan “Kesejahteraan lebih dari sekedar soal kemakmuran atau capaian-capaian yang bersifat materiil, tetapi juga mencakup hal-hal yang mendasar bagi kehidupan yang lebih baik, seperti kebahagiaan, kebebasan, pengakuan, dan sebagainya. Hal-hal ini hanya dapat diraih ketika pengelolaan kekuasaan dilakukan dengan membuka seluas mungkin peluang bagi munculnya keberagaman dan pengambilan keputusan dilakukan atas dasar kesepakatan bersama, sebagaimana menjadi prinsip dari demokrasi”.

Tokoh muda Desa Sidakarya, Denpasar yang kini dipercaya Partai Gerindra sebagai Calon DPRD Provinsi untuk Daerah Pemilihan Denpasar bernomor urut 4 ini melanjutkan “Karena itu, pemilu serentak tanggal 17 April 2019 2019 hanyalah sebuah alat demokrasi bagi rakyat untuk menunjuk kepemimpinan nasional dan daerah yang berkomitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan nasional. Di situlah kesempatan rakyat selaku pemegang kedaulatan tertinggi untuk ‘mendaur ulang ’ atau mengajukan tuntutan-tuntutan mendesaknya kepada para calon legislatif di daerah dan di pusat, calon senator sebagai representasi daerah, serta kepada calon presiden - wakil presiden. Di sini kita dituntut bisa mendefinisikan apa problem pokok bangsa kita baik di tingkat daerah maupun di tingkat nasional dan menyusun tuntutan-tuntutan mendesak untuk menyelesaikannya”

Mantan Ketua Senat Fakultas Hukum Unud ini  berharap “Semoga pemilu serentak 2019 nantinya berjalan damai. Proses pemungutan suara, akan berlangsung di 801.838 TPS di seluruh Indonesia. 12.215 TPS diantaranya ada di Bali, dan 1.632 di Kota Denpasar. Kita berdoa semoga Tingkat partisipasi dan antusiasme pemilih, baik pada masa kampanye maupun di hari pemilihan, akan meningkat. Kita melihat, ada harapan mayarakat yang sangat besar bahwa pemilu serentak 2019 bisa melahirkan anggota legislatif, DPD dan Presiden - Wakil Presiden yang sesuai dengan kehendak rakyat”

“Kita harus menyadari, pemilu serentak 2019 bukanlah arena untuk saling menjegal dan saling menjatuhkan sehingga melemahkan bangsa dan negara. Sebaliknya, pemilu serentak 2019 harusnya menjadi arena demokrasi untuk memajukan kepentingan bangsa di atas kepentingan sempit atas nama golongan, suku, agama, partai, kedaerahan, dan lain-lain. Karena itu, saya sepakat agar gontok-gontokan diantara pendukung fanatik Capres segera dihentikan. Kita perlu mengingatkan bahwa tugas kita adalah menjadikan pemilu serentak 2019 sebagai sarana membangunan dan memajukan bangsa. Mari kita berdemokrasi sejuk, karena sejatinya sebagaimana sebuah pesta,  demokrasi juga harus membahagiakan seluruh elemen masyarakat ” pungkas alumni SMANSA Denpasar tahun 2008 ini.(GR)

Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya