KPU Bali Coret 2.408 Pemilih

Komisioner KPU Bali memimpin Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) Pemilu 2019, di Hotel Prime Plaza Sanur, Jumat (14/9/2018)



REDAKSIBALI.COM - KPU Bali mencoret 2.408 pemilih di Provinsi Bali yang sebelumnya sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilu 2019.

Ketua KPU Bali Wayan Jondra menjelaskan, pihaknya mendapat rekomendasi dari Bawaslu untuk melakukan pencermatan terhadap dugaan pemilih ganda sebanyak 4.119 pemilih. 

Adapun dari pencermatan sendiri yang dilakukan oleh KPU Bali menemukan 1.023 yang diduga pemilih ganda. 

Sementara hasil temuan KPU Kabupaten/Kota terdapat 132 pemilih yang tidak memenuhi syarat, yakni pemilih yang masih berusia di bawah 17 tahun saat hari pemilihan dan pemilih yang sudah meninggal.

Dari hasil pencermatan oleh KPU Bali, akhirnya ditemukan 2.276 pemilih ganda, dan yang tak memenuhi syarat tetap sebanyak 132 pemilih. Sehingga 2.408 pemilih yang harus dicoret dari DPT. 

Dengan demikian, jumlah DPT di Provinsi Bali dari sebelumnya 3.030.657 pemilih menjadi 3.028.249 pemilih. Dari jumlah tersebut sebanyak 1.512.796 pemilih laki-laki dan 1.515.453 pemilih perempuan.

"Berdasarkan rekomendasi temuan Bawaslu, hasil pencermatan sendiri oleh KPU dan pemilih yang tidak memenuhi syarat, ada penghapusan sebanyak 2408 orang. Dengan demikian dari total sebelumnya 3.030.657 pemilih menjadi 3.028.249 pemilih," kata Jondra usai Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) Pemilu 2019, di Hotel Prime Plaza Sanur, Jumat (14/9). Rapat itu dihadiri KPU Kabupaten/Kota, Bawaslu Bali dan Parpol peserta Pemilu 2019.

Menurut dia, pengurangan jumlah DPT tersebut tidak mengurangi jumlah Temat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh Bali Bali yang berjumlah 12.215 TPS.

Jondra mengatakan, dengan ditetapkan DPTHP tersebut, DPT Provinsi Bali sudah final. Namun, dalam perjalannya nanti peluang untuk berubah bisa saja terjadi. Misalnya, pemilih yang sudah masuk dalam DPT menjadi anggota TNI/Polri. Mereka ini tidak akan diberikan Form C-6 karena tidak diperbolehkan ikut memilih. 

Demikian juga untuk pemilih yang meninggal dunia. Ia melanjutkan, pemilih bisa bertambah, jika ada anggota TNI/Polri yang pensiun sebelum hari pemilihan, atau pemilih yang sudah menikah sebelum hari pemilihan. 

"Mereka ikut memilih mulai pukul 12.00-13.00 dengan menunjukkan KTP," kata Jondra. (Ar)
Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya