Lembaga Perlindungan Saksi Se-ASEAN Bahas SOP Penanganan Korban Terorisme

Ketua LPSK Republik Indonesia Abdul Haris Semendawai saat menyampaikan pemaparan di hadapan delegasi lembaga perlindungan saksi dan  korban se Asia Tenggara di Kuta hari Rabu (11/9/2018)


REDAKSIBALI.COM - Jaringan antar lembaga perlindungan saksi dan korban (LPSK) se-Asia Tenggara mengelar pertemuan di Kuta Bali pada Rabu (11/9/2018). Rencananya pertemuan ini akan berlangsung selama 2 hari. Pertemuan selama dua hari ini diharapkan dapat menyusun standar operating procedur (SOP) jaringan kerjasama perlindungan saksi di negara-negara kawasan Asia Tenggara.

Ketua LPSK Republik Indonesia Abdul Haris Semendawai mengatakan pertemuan tahun 2018, difokuskan pada tema kerja sama antarnegara dalam penanganan korban tindak pidana terorisme. "Tema terorisme dipilih karena saat ini dan ke depan menjadi idup penting yang tidak hanya terjadi di negara tertentu, tapi dimungkinkan terjadi di lintas negara ASEAN," kata Semendawai.

Dia mengungkapkan Indonesia merupakan negara yang memiliki sejarah menghadapi serangan terorisme. Beberapa kali serangan teroris menghantam Indonesia. Termasuk Bali.

"Belajar dari beberapa pengalaman serangan terorisme, Indonesia menyiapkan aturan dan lembaga bantu korban terorisme, " ujarnya. Terorisme perlu mendapat perhatian karena pidana terorisme merupakan kejahatan antar negara yang dapt menimbulkan korban dalam skala luas.

Melalui pertemuan antar lembaga perlindungan, negara peserta dapat saling bertukar pengalaman. Bagaimana penanganan korban maupun penguatan institusi. Pasalnya di setiap negara terdapat perbedaan sistem kerja lembaga perlindungan.

Berbeda dengan Indonesia yang memiliki lembaga yang mandiri namun di sejumlah negara masih berada di bawah institusi lain. Hal inilah yang menjadi tantangan perlindungan saksi dan korban lintas negara.

"Kita mendorong bagaimana misalnya orang Indonesia jadi korban di negara lain bisa mendapatkan hak yang sama, seperti di Indonesia," kata Semendawai .(rg)
Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya