Polda Bali Rangkul Parpol Wujudkan Pemilu Damai

Direktur Intelkam Polda Bali Kombes Pol Akhmad Jamal Yulianto bersama Pengurus DPW PSI Provinsi Bali usai silahturahmi.

REDAKSIBALI.COM. Polda Bali terus membangun silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat hingga partai politik untuk bersama-sama mewujudkan Pemilu 2019 berlangsung aman dan damai. Kegiatan serupa sudah dilakukan Polda Bali selama tahapan Pilkada serentak tahun 2018 di Bali, sehingga pelaksanaan Pilkada pun bisa berlangsung aman dan damai.

Pada Kamis (6/9/2018), Polda Bali bersilaturahmi dengan pengurus DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Bali. Acara yag digelar di sebuah rumah makan di Denpasar ini dihadiri Direktur Intelkam Polda Bali Kombes Pol Akhmad Jamal Yulianto dan jajarannya. Ketua DPW PSI Bali I Nengah Yasa Adi Susano dan jajarannya pengurus lainnya.

Pada kesempatan itu, Direktur Intelkam Polda Bali Kombes Pol Akhmad Jamal Yulianto mengtakan, pihaknya sangat mengharapkan seluruh tahapan Pemilu 2019, baik Pilpres maupun Pileg, yang berlangsung serentak pada 17 April 2019, bisa berlangsung dalam suasana yang kondusif. "Saya berharap pertemuan ini menjadi pertemuan kekeluargaan, yang sama-sama mempunyai pemikiran untuk menjaga situasi damai selama hajatan politik," kata Yulianto.

Ia mengatakan, pihaknya merangkul semua elemen masyarakat untuk menjaga Bali aman dan damai, termasuk menjaga keamanan selama tahapan Pemilu 2019 di Bali. Menurut dia, peran serta berbagai elemen masyarakat, termasuk partai politik sangat penting untuk mewujudkan Pemilu mendatang berlangsung aman dan damai. "Semua elemen masyarakat yang kita anggap punya potensi mendukung terwujudnya Pilkada aman, damai dan nyaman kita rangkul, termasuk teman-teman dari PSI," kata Yulianto.

Ia melanjutkan, kegiatan seperti akan terus dilakukan. Pihaknya juga akan duduk bersama dengan pengurus partai lainnya, termasuk tokoh-tokoh masyarakat dan Ormas-ormas yang ada di Bali. Ia mengingatkan bahwa polisi perlu dekat dengan semua masyarakat. Sebab pada dasarnya, tanggung jawab menciptakan keamanan itu bukan hanya ada di pundak kepolisian, namun masyarakat. "Polisi perlu dekat masyarakat, agar sama-sama menjaga keamanan. Siapa yang ga butuh aman? Jadi untuk menjaga keamanan, bukan hanya tugas polisi, tetapi tugas kita semua," tegasnya.

Pada kesempatan itu ia juga menegaskan bahwa polisi loyal dan tetap setia kepada siapapun yang menjadi presiden. Hal ini ditegaskan untuk meluruskan isu-isu yang menyebut polisi tidak netral dengan memihak kepada kandidat tertentu pada Pilpres mendatang. "Polisi tetap netral, kalau sekarang loyal sama Jokowi, karena Jokowi presidennya saat ini. Dulu SBY yang menjadi presiden, kami loyal. Jadi prinsipnya kami loyal kepada pemimpin negara," tegasnya.

Terkait dengan aksi 2019 ganti presiden yang belakangan menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, ia berharap gerakan tersebut tidak sampai berlangsung di Bali. "Saya akan panggil mereka yang akan melakukan gerakan ganti presiden. Kenapa? karena presiden hanya boleh diganti melalui prosedur yang jelas, yakni dengan pemilu, bukan dengan menggelar demo-demo yang justru memancing kemarahan lawan politik," ujarnya.

Sementara Ketua DPW PSI Bali, I Nengah Yasa Adi Susano mengatakan, dalam pertemuan juga dibahas bagaimana menangkal dan menangani berita hoaks yang belakangan membuat situasi keruh di masyarakat. Pihaknya siap melawan hoax dalam pemilu mendatang. 

"Pengalaman kita dulu di DKI Jakarta, isu agama dipakai untuk menyerang kandidat tertentu yang pada akhirnya membuat kita masyarakat di bawah menjadi tercerai berai. Sehingga ke depan, berita-berita hoaks harus kita lawan semaksimal mungkin," kata Adi

Ia mengatakan, pihaknya menyambut baik inisiatif Polda Bali menggelar kegiatan tersebut. Ditegaskan, pihaknya bersama aparat kepolisian, juga berkomitmen untuk mewujudkan Pemilu yang aman dan damai. "Kami juga punya tanggung jawab besar untuk turut serta mewujudkan pemilu 2019 yang aman dan damai," katanya.

Menurut dia, caleg PSI yang bertarung pada pemilu legislatif mendatang merupakan kader terbaik partai, yang siap bertarung secara sehat dan demokratis untuk meraih dukungan masyarakat. "Cara-cara kampanye dengan ujaran kebencian, hoax dan kekerasan tak boleh dilakukan. Tidak boleh menimbulkan gesekan di masyarakat," tegasnya.

Usai dialog, jajaran pengurus DPW PSI Bali deklarasikan antihoaks, ujaran kebencian dan memerangi isu SARA serta mewujudkan Pemilu 2019 yang aman dan damai. (Ar)
Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya