Daftar Pasang Baru Indihome

Bali – Denmark Jajaki Kerjasama Energi Terbarukan dan Pengelolaan Sampah, Dengan Vietnam Bahas Sister City

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Denmark untuk Indonesia Rasmus Abildgaard Kristensen (kiri) di Ruang Kerjanya, Rabu (31/10/2018)

REDAKSIBALI.COM - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menerima kunjungan kehormatan Duta Besar (Dubes) Denmark untuk Indonesia Rasmus Abildgaard Kristensen, di Ruang Kerjanya, Rabu (31/10/2018)


Dalam pertemuan tersebut, Dubes Denmark menaruh perhatian besar pada energi terbarukan serta sistem pengelolaan sampah yang ada di Bali. Menurutnya, sebagai  daerah tujuan pariwisata dunia, Bali memiliki alam yang benar-benar fantastis, pantai yang indah yang harus dijaga dari kerusakan oleh sampah, karena jika tidak maka suatu hari, keindahan itu akan hilang. Untuk di negara Denmark, sampah telah dimanfaatkan untuk dijadikan sumber energi. “Saking menguntungkan, kami bahkan sampai mengimpor sampah dari negara-negara tetangga. Kita mengimpor karena kita kekurangan sampah untuk kita jadikan energi, “tuturnya.

Demikian pula halnya dengan penggunaan energi terbarukan, Dubes Rasmus menyampaikan energi utama yang digunakan adalah energi bersumber dari angin. Sumber energi angin yang ada  mampu mendukung sebagian pemenuhan kebutuhan akan energi di dalam negaranya. Ditambahkannya, Denmark mampu mencukupi keseluruhan kebutuhan energi dalam negeri selama satu hari penuh hanya dengan mengandalkan tenaga angin serta dibantu sumber energi terbarukan lainnya tanpa menggunakan bahan bakar fosil. Melihat Bali, dengan sinar matahari yang besar serta angin yang mendukung, menurutnya Bali sangat berpotensial dalam mengembangkan energi dari sinar matahari dan juga energi dari tenaga angin.

Menanggapi hal tersebut, Wagub  Cok Ace yang didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali Nyoman Astawa Riadi menyampaikan apresiasinya atas sistem pengelolaan sampah serta energi terbarukan yang sudah diterapkan di Denmark. Cok Ace menyampaikan bahwasannya pengelolaan sampah menjadi perhatian besar dari Pemerintah Daerah. Berbagai upaya telah dilakukan untuk penanganan sampah di Bali diantaranya dengan menggalakkan pemilahan sampah organik dan non organik, pelaksanaan 3R (Reduce, Recycle dan Reuse) serta akan diterapkannya aturan pelarangan penggunaan sampah plastik  tidak hanya kantong plastik tetapi juga botol dari plastik.

Dengan upaya ini diharapkan sampah bisa berkurang sampai 75 %. Demikian halnya dengan penggunaan energi terbarukan, dimana energi dari sinar matahari serta energi angin sudah dibangun dibeberapa lokasi di Bali, namun hasilnya belum optimal sehingga upaya mencari energi alternative terbarukan lainnya terus diupayakan dan ditingkatkan.  “Kantor Gubernur ini sudah menggunakan energi dari sinar matahari, dan  Bali telah dijadikan proyek percontohan energi terbarukan oleh pemerintah pusat. Kedepannya kami ingin mengembangkan terus energi alternatif dan berharap bisa bekerjasama dengan Denmark baik dalam pengelolaan sampah maupun energi terbarukan,” tutur Cok Ace .



Hari Selasa kemarin  (30/10/2018) Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) juga bertemu Duta Besar Vietnam untuk Indonesia Pham Vinh Quang


Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) juga bertemu Duta Besar Vietnam untuk Indonesia Pham Vinh Quang (kiri)

Dalam pertemuan itu, Vietnam membicarakan beberapa kemungkinan kerjasama dengan Pemerintah Indonesia khususnya Bali. “Kami ingin memperkuat kerjasama dengan Indonesia terutama Bali melalui hubungan sister city,” jelas Dubes Vinh Quang.


Hal tersebut menurut Vinh Quang, mengingat Bali dan Vietnam mempunyai kemiripan budaya yang unik, dimana keduanya sama-sama mendapat pengaruh budaya dari Tiongkok pada masa lalu. Selain itu, Ia mengakui pemerintah Vietnam juga sedang gencar mempromosikan pariwisata di negaranya, dan Ia merasa perlu memperkuat kerjasama dengan Bali yang telah sukses mejadi ikon pariwisata kelas dunia. 

“Tahun 2020 pemerintah kami menargetkan 13 juta kunjungan wisatawan, masih kurang dengan target Indonesia yang mencapai 20 juta di tahun 2019. Akan tetapi, kunjungan wisawatn ke negara kami semakin tahun semakin meningkat, jadi kami sangat optimis akan tercapai,” imbuh Vinh Quang. Mengenai hubungan sister city, Dia menawarkan Ho Chi Min City dengan Bali megingat keduanya merupakan ikon pariwisata. “Sebelumnya saya sudah sempat menawarkan Jakarta dengan Hanoi untuk memperkuat hubungan melalui program sister city, mengingat keduanya adalah ibukota masing-masing negara,” jelasnya.

Untuk membuktikan keseriusan rencana tersebut, Ia bahkan sudah bicara dengan Kementrian Perhubungan terkait dengan dibukanya penerbangan langsung dari Vietnam ke Bali. Karena, semakin tahun wisatwan yang datang ke Bali semakin meningkat. Ke depan Vinh Quang juga berencana akan membuka Vietnamesse Corner di Bali sebagai alternatif karena Konsulat Jenderal Vietnam belum di buka di sini. “Moto pembangunan kami di Vietnam adalah TTI yaitu Trade, Tourism dan Industry, jadi kami ingin memperkuat kerjasama di bidang 3 elemen itu dengan Bali. Ke depan saya juga ingin mengudang anda untuk datang ke Ho Chi Min City,” tandasnya.

Sementara, Wagub Cok Ace sangat mengapresiasi rencana tersebut. Ia menyanjung Vietnam sebagai negara yang indah dan sangat kental dengan tradisi. Hal itulah menurutnya yang membuat kemiripan antara Vietnam dan Bali. “Mengenai rencana Sister City saya sangat mendukung, untuk itu silahkan bicarakan lebih lanjut rencana ini dengan pihak terkait,” jelasnya.

Mengenai rencana kerjasama pariwisata, Cok Ace mengajak pemerintah Vietnam untuk melakukan promosi pariwisata bersama. “Kita bisa bersama mempromosikan potensi wisata kita, bahkan bisa bikin paket wisata mengunjungi Bali dan Vietnam ke wisatawan mancanegara,” jelasnya. Cok Ace sangat yakin jika kombinasi itu bisa dilakukan bersama bisa lebih menggencarkan promosi wisata untuk kedua negara.

Sementara mengenai dibukanya direct flight antara Ho Chi Min City ke Bali, Cok Ace sangat mendukung, karena itu bisa menambah jumlah wisatawan yang berkunjung antar dua negara. “Saya harap wisatawan Vietnam bisa semakin banyak berkunjung ke Bali untuk ke depannya,” tandasnya.(GR/rls)

Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya