BALI TUAN RUMAH PEKAN INOVASI DESA DAN KELURAHAN NASIONAL 2018, SEKDA DEWA INDRA PASTIKAN TIDAK ADA PEMBEDAAN PENGAMANAN

 Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra meminpin Rapat Koordinasi Panitia Penyelenggara Pekan Inovasi Desa/Keluarahan dan Gelar Teknologi Tepat Guna (GTTG) Nasional XX, di Ruang Rapat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Bali, Rabu (3/10/2018).

REDAKSIBALI.COM
. Masyarakat Nasional maupun Internasional masih mempercayai Pulau Bali sebagai tuan rumah dalam event-event bergengsi dunia,  terlebih pada bulan Oktober 2018 ini Bali selain menjadi tuan rumah pertemuan International Monetary Fund and World Bank (IMF-WB)  yang  akan mendatangkan puluhan ribu delegasi dari 189 negara, dimana usai acara tersebut pada tanggal 18 Oktober Bali kembali menjadi tuan rumah Pekan Inovasi Desa/ Keluarahan dan Gelar Teknologi Tepat Guna (GTTG) Nasional XX. Untuk itu, dalam menjaga kelancaran acara, maka Pemerintah Daerah bekerjasama dengan pihak Kepolisian tidak akan membedakan protap pengamanan  baik acara IMF maupun Pekan Inovasi Desa tersebut. Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, saat meminpin Rapat Koordinasi Panitia Penyelenggara Pekan Inovasi Desa/Keluarahan dan Gelar Teknologi Tepat Guna (GTTG) Nasional XX, di Ruang Rapat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Bali, Rabu (3/10).

Lebih lanjut, Dewa Indra mengingatkan agar panitia menjaga koordinasi yang baik, dengan panitia internal maupun pihak-pihak terkait lainnya guna menyukseskan acara tersebut. “Saya tidak ingin adanya miss komunikasi antar panitia, jadi segala sesuatu harus dikomunikasikan dengan jelas karena sekali terjadi miss komunikasi maka acara tersebut akan tidak sesuai rencana”, ujarnya. Disamping itu, Sekda Dewa Indra juga menghimbau panitia agar melakukan pelayanan yang baik bagi para peserta, mengingat para peserta datang dari seluruh Provinsi di Indonesia. “Karena ini membawa citra dan nama baik masyarakat Bali, jadi kita harus melayani dan memberikan yang terbaik bagi para peserta”, pugkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Bali Ketut Lihadnyana melaporkan bahwa untuk menyukseskan acara yang akan dihadiri Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, maka pihaknya telah melakukan koordinasi dengan para panitia yang terbentuk dari Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, Pihak Kepolisian, TNI serta pihak terkait lainnya. Ditambahkannya, bahwa acara tersebut akan berlangsung dari tanggal 18-22 Oktober 2018 yang mengambil lokasi utama di GWK-Jimbaran. Acara yang akan dihadiri oleh ribuan peserta akan melakukan berbagai kegiatan selama 4 hari di Bali, kegiatan tersebut antara lain, gala dinner, lomba cerdas cermat dari Kemeterian Desa, Widya Wisata Teknologi, serta bebagai macam kegiatan lainnya. Untuk itu, dalam rapat koordinasi keempat tersebut, ia meminta dukungan dari seluruh panitia agar bekerja dan memberikan yang terbaik demi kelancaran acara tersebut. (HPB)
Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya