Daftar Pasang Baru Indihome

Godok Perda, Siapkan Pelayanan Kesehatan Lansia

Wakil Ketua Pansus I Komang Nova Sewi Putra saat membacakan tanggapan Dewan terhadap pendapat Kepala Daerah terkait Ranperda inisiatif Dewan tentang Kesejateraan Lansia, pada Rapat Paripurna DPRD Bali, Rabu (3/10/2018)

REDAKSIBALI.COM - DPRD Bali sepakat dengan gubernur Bali Wayan Koster, agar keberadaan Panti Tresna Wredha harus tetap eksis dan perlu ditingkatkan mutu dan pelayanannya. Panti Tresna Wredha adalah Panti sosial yang khusus memberikan bimbingan dan pelayanan bagi lanjut usia (Lansia) terlantar agar dapat hidup secara wajar dalam kehidupan bermasyarakat.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Pansus Ranperda inisiatif Dewan tentang Kesejateraan Lansia, I Komang Nova Sewi Putra, saat membacakan tanggapan Dewan terhadap pendapat Kepala Daerah terkait Ranperda tersebut, pada Rapat Paripurna DPRD Bali, Rabu (3/10).  

Rapat Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Bali IGB Alit Putra didampingi Wakil Ketua Nyoman Suyasa itu dihadiri gubernur dan Wakil gubernur Bali Wayan Koster -Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, dan jajaran OPD Pemprov Bali.

Nova menjelaskan, keberadaan Panti-panti di Bali memang masih sangat terbatas. Perlu dikembangkan sehingga dapat memberikan pelayanan maksimal kepada lansia, yang kondisinya terlantar dan tidak memiliki kemampuan ekonomi.

 "Dalam konteks itu maka dalam konsep Perda ini mendorong terbentuknya Graha Wredha, sebagai konsep menyama beraya dan Trihita Karana bagai kesejahteraan Lansia," jelas Nova.

Politikus muda partai Demokrat dari Dapil Buleleng ini melanjutkan, DPRD Bali juga sepakat dengan gubernur tentang pentingnya aspek kesehatan bagi Lansia.

 "Kami sepakat serta mendorong pengembangan kegiatan kesehatan melalui Puskesmas, Santun Lansia dan Rumah Sakit Geriatri (khusus melayani pasien lansia, red)," kata Nova.

Anggota Komisi I DPRD Bali ini menjelaskan, dalam konsep Ranperda ini pelayanan kesehatan bagi Lansia dilaksanakan melului empat kegiatan.

 Pertama, penyuluhan dan penyebarluasan informasi kesehatan Lansia melalui pertemuan langsung, media cetak, elektronik, audio visual dan media informasi lainnya; 

Kedua, upaya pelayanan kesehatan baik kuratif maupun preventif  diperluas pada bidang pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut;

Ketiga, optimalisasi pelayanan lembaga perawatan bagi Lansia penderita kronis, penurunan kognitif dan/atau penyakit terminal, pelayanan medis maupun pelayanan jaminan kesehatan;

 Keempat, pengembangan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) lansia, Karanf Wredha, Graha Werdha dan Puskesmas Santun Lansia. 

"Semua tempat pelayanan kesehatan wajib melaksanakan pelayanan Geriatri dan ramah Lansia, dan pelayanan kesehatan bagi Lansia diberikan keringanan biaya sesuai dengan peraturan perundang-undangan," ujar Nova.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa dari segi substansi maupun legal drafting, Ranperda tentang Kesejahteraan Lansia ini sudah baik.

 "Perlu kami laporkan bahwa setelah melalui perbaikan teknis penyusunan Ranperda dan dikonsultasikan ke Direktorat Produk Hukum Daerah, Ditjen Otda, Kementerian Dalam Negeri, disebutkan bahwa Ranperda imi sudah baik, dari segi substansi dan legal draftingnya," pungkas Nova.(Ar)
Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya