I Kadek Budi Prasetya,S.H. : Dorong Afirmasi Kebijakan yang Pro Wirausahawan Muda

I Kadek Budi Prasetya, S.H.

REDAKSIBALI.COM.
Tamatan SMK, Dimploma dan Sarjana semakin banyak tiap tahun, sementara pertumbuhan lapangan kerja di Bali kurang sebanding dengan pencari kerja. I Kadek Budi Prasetya, tokoh muda Desa Sidakarya memberi pandangan terkait hal ini kepada  redaksibali.com.

“Kendati secara persentase angka kemiskinan di Bali menurun dan menjadi terendah secara nasional, namun tetap harus diupayakan agar angka itu terus menurun. Menurut BPS, pada  bulan Maret 2018 di Bali ada 171,76 ribu orang miskin atau sebanyak 4,01 persen. Di antara penduduk yang terhitung miskin itu   ada juga  mereka berijazah diploma perguruan tinggi. Bahkan ada  yang berijazah sarjana.” kata I Kadek Budi Prasetya alias  Rambo memulai perbincangan.

Lebih lanjut Mantan Ketua Senat Fakultas Hukum Unud ini mengatakan  “Pengamatan saya di lapangan,  penyebab utama kemiskinan itu karena penduduk tidak bekerja atau yang bekerja setengah menganggur. Artinya, jam kerja mereka sangat sedikit. Ada potensi yang tidak termanfaatkan diantara mereka, disamping mereka yang benar-benar menganggur tidak bekerja. Namun kita juga  mengetahui pertumbuhan lapangan kerja sangat lambat dibandingkan tumbuhnya pencari kerja”

“Pengangguran merupakan kekhawatiran yang membutuhkan reaksi cepat. Menambah jumlah wirausaha untuk membangun lapangan kerja baru untuk mengurangi tingkat pengangguran merupakan salah satu uapaya yang perlu direalisasikan” sambung I Kadek Budi Prasetya yang kini dipercaya Partai Gerindra sebagai Calon DPRD Provinsi untuk Daerah Pemilihan Denpasar bernomor urut 4 ini melanjutkan

Alumni SMA 1 Denpasar ini memberi pandangan  “Saat ini kita memasuki peradaban kreatif, yaitu peradaban yang menempatkan kreativitas dan inovasi  sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi, di peradaban ini kerja keras dan kreatifitas merupakan kunci untuk survive. Era globalisasi dan konektivitas mengubah cara bertukar informasi, berdagang, dan konsumsi dari produk-produk budaya dan teknologi dari berbagai tempat di dunia. Dunia menjadi tempat yang sangat dinamis dan kompleks sehingga kreativitas dan pengetahuan menjadi suatu aset yang tak ternilai dalam kompetisi dan pengembangan ekonomi".

“Keberanian berwirausaha itu tidak muncul begitu saja. Perlu dilakukan pengembangan budaya kewirausahaan yang bersinergi dengan berbagai pihak terutama sinergi yang melibatkan akademisi, pengusaha, pemerintah, keluarga, komunitas dan media.  Dalam Masyarakat kolektif seperti kita di Bali, dukungan keluarga dalam pengembangan kewirausahaan sangat penting, sementara peran media untuk mendisimenasikan informasi kewirausahaan” kata pemuda yang tahun ini berulang tahun ke-28.

“Dalam konteks bernegara, peraturan daerah sangat dibutuhkan sebagai landasan untuk mendorong pengusaha muda  menghadapi tantangan global yang semakin berat. Peraturan yang mendukung percepatan  lahirnya wirausahawan  baru di kalangan  kaum muda. Bagaimana keberpihakkan pemerintah daerah melalui APBD, BUMD, lembaga keuangan, dan lainnya  terhadap muncul dan berkembangnya  wirausahawan muda ini” tegas  Kadek Budi Prasetya, anak muda yang dikenal kreatif dan ulet.

“Pemerintah daerah harus hadir untuk meningkatkan pemerataan ekonomi. Harus ada ruang, dimana pemerintah daerah memberikan dukungan dan afirmasi kebijakan yang pro wirausahawan  muda. Sebut misalnya apa yang perlu dilakukan untuk mendorong agar mahasiswa yang masih kuliah atau baru saja lulus di perguruan tinggi bisa menjadi wirausahawan" sambungnya

"Demikian pula dengan teruna-teruni kita di banjar-banjar, bagaimana mengkondisikan agar mereka tertarik dan sukses menjadi wirausahawan muda. Bila  perlu ada skema bantuan keuangan dan non keuangan yang lebih lunak sebagai pemantik lahirnya wirausahawan muda ini" pungkas I Kadek Budi Prasetya menutup perbincangan (GR)




Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya