Ida Bagus Yoga Adi Putra, SH, MKn : Menjaga Budaya Bali, Memastikan Sumber Pendapatan Masyarakat Bali Berkelanjutan

Ida Bagus Yoga Adi Putra, SH, MKn

REDAKSIBALI.COM. Globalisasi dan perkembangan teknologi rupanya sangat mempengaruhi proses tumbuh kembang mayarakat  di Bali, termasuk di Denpasar. Banyak pihak yang gelisah,  berbagai budaya asing yang masuk dinilai telah membuat generasi muda melupakan budaya sendiri dan rasa kemanusiaan.

Terkait hal ini redaksibali.com berbincang dengan Ida Bagus Yoga Adi Putra, tokoh pemuda dari Banjar Buruwan, Desa Sanur Kaja, Denpasar Selatan.

“Pemuda sebagai elemen penting masyarakat, sudah sepatutnya memaknai dan mewarnai setiap kebijakan pembangunan daerah. Berangkat dari sinilah pentingnya pemuda memposisikan diri dan mengambil peran-peran strategis dalam dinamika perkembangan budaya saat ini. Dalam rekam jejaknya, pemuda acap kali dalam posisi sebagai pelopor pembaharuan, triger perubahan sekaligus pengawal perubahan. Menerjemahkan peran-peran strategis yang memberi konstribusi bagi transformasi dan pelestarian budaya lokal menjadi pilihan yang tidak boleh berlalu tanpa pemaknaan dari pemuda”  ungkap pemuda 26 tahun yang sudah menyandang gelar Sarjana Hukum dan Magister Kenotariatan dari UNUD ini,.

Lebih lanjut tokoh muda yang setahun pernah mengikuti kursus di Phoenix Academy, Perth, Australia ini berpendapat  “Upaya menempatkan kembali kebudayaan sebagai arus utama, terutama para pemuda berikut tindakan nyatanya demi kesejahteraan bersama, merupakan upaya yang tidak bisa ditunda-tunda. Karenanya, perlu ada upaya meluruskan agar proses dan produk budaya yang ada dapat diposisikan secara strategis”.

"Kita menyadari, kebudayaan bersifat dinamis dan terus berkembang, jika para pelaku kebudayaan tidak dikembangkan potensinya melalui proses pendidikan, akan terjadi proses sosialisasi budaya yang terhambat. Proses perubahan yang dilakukan terhadap kebudayaan jangan  sampai merusak elemen kunci kebudayaan." kata pemuda yang dipanggil Gus Yoga ini 

"Eksistensi pendukung kebudayaan itu tidak boleh  hilang. Apabila hal ini hilang maka akan berimplikasi pada hilangnya identitas kultural yang menjadi tulang punggung budaya tersebut.” sambung anak muda  yang sejak duduk di bangku  SMP  hingga kini  gemar berorganisasi.

Ditanya dasar pijakan dalam mengembangkan budaya, pemuda yang kini duduk sebagai Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Bali  ini  menjelaskan “Sebagai dasar berpijak untuk mengembangkan budaya, saya mengutip  ungkapan Bung Karno, ‘Jiwa bangsa yang hidup, tidak pernah berhenti berjalan, seni yang hidup pun tidak pernah berhenti’. Berkepribadian dalam kebudayaan merupakan bagian dari konsep Bung Karno yang sangat visioner."

"Berkepribadian dalam berkebudayaan artinya rakyat harus memiliki akar kultural sebagai sebagai landasan karakter kepribadian,  agar tidak tercabut oleh akar budayanya sendiri dan menjadi orang asing di negeri sendiri dan budayanya sendiri. Budaya yang berpijak pada kebhinnekan merupakan identias bangsa” terang Gus Yoga

Terkait arah perjuangan politiknya, pemuda yang mulai merintis usaha kuliner  di pantai Matahari Terbit ini menjawab “Dalam transformasi kebudayaan Bali, seorang peneliti mengungkapkan, perubahan bentuk kebudayaan berimplikasikan dan mempunyai aspek yang sangat besar dan luas. Cakupan itu tidak saja berupa dimensi, cara, jaringan relasi fungsi, juga struktur horizontal dan vertikal. Tentu kita menjaga   transformasi kebudayaan jangan sampai meninggalkan esensi jati diri kebudayaan yang berkelanjutan."

Lebih lanjut Gus Yoga menyampaikan "Hal ini dianalogikan seperti kupu-kupu dengan proses transformasi biologisnya, dari perubahan telur menjadi ulat, kepompong hingga menjadi kupu-kupu yang dapat terbang bebas karena ada perubahan bentuk dan fungsi, namun tetap dalam esensi spesiesnya, tidak berubah ke spesies burung maupun yang lainnya”

“Pemuda memiliki peran dalam  tranformasi dan pelestarian kebudayaan ini.  Peran pemuda bisa sebagai pewaris, sebagai pemilik , sebagai inovator, dan sebagai edukator dalam kebudayaan. Dalam memainkan empat  peran itu ada beberapa hal yang menjadi kendala pemuda , seperti kekurangan dana, kurangnya keterlibatan pemerintah,  kurangnya  keterlibatan akademisi dan kurangnya kontrol terhadap masuknya  budaya asing yang masif. " sambung Gus Yoga

"Kendal-kendala ini tentu kita perlu carikan solusinya. Solusi bisa diperoleh bila  pemuda juga terlibat dalam pengambil kebijakan.  Untuk itu perjuangan politik juga sangat diperlukan” terang Gus Yoga lebih lanjut,  sekaligus memperjelas arah perjuangan dirinya bersama Partai Gerindra sebagai Calon DPRD Kota Denpasar bernomor urut 2 dari  daerah pemilihan  Denpasar Selatan,

Mempertegas arah perjuangan “Dalam konteks ekonomi dan kesejahteraan, Kebudayaan Bali sangat menentukan dan mempunyai pengaruh sangat penting dalam kesuksesan industri pariwisata. Kebiasaan atau rutinitas budaya keseharian masyarakat Bali dalam keluarga, masyarakat, pemerintahan langsung dirasakan seluruh wisatawan. Menjaga Kebudayaan Bali artinya juga memastikan tetap berkelanjutannya sumber nafkah mayarakat Bali dan sumber pendapatan nasiona” ujar Ida Bagus Yoga Adi Putra mengahiri perbincangan. (GR)

Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya