KPI dan PRRSNI Bali Garap 'Radio Academy 2018' Basic Announcing Skill.



REDAKSIBALI.COM - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Bali, bekerja sama dengan Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Pengurus Derah Bali menyelenggarakan  “Radio Academy 2018” Basic Announcing Skill.

Acara ini akan diadakan  selama dua hari yakni  hari Selasa  30 Oktober sampai dengan hari Rabu 31 Oktober 2018. Acara akan dilaksanakan di Kantor DPD RI Propinsi Bali Jl.Cok Agung Tresna No.89, Denpasar-Bali.  Kegiatan Radio Academy periode 2018 ini ditujukan khusus untuk penyiar radio, baik anggota PRSSNI maupun di luar anggota PRSSNI.

Kegiatan Radio Academy periode 2018 ini akan menghadirkan narasumber Dr. H. Judy Djoko  Wahyono Tjahjo dari KPI Pusat yang membawakan materi peran dan fungsi penyiar dalam eksistensi radio.

Jero Gede Suwena Purtus Upadesha dari UMDP Bali juga dihadirkan untuk  membawakan materi peran dan fungsi penyiar dalam pelestarian adat dan budaya Bali. Serta hal-hal teknis praktis penyiaran oleh praktisi PRRSNI Pusat.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Bali, Made Sunarsa  memberi alasan  diadakannya acara ini karena penyiar merupakan salah satu elemen yang sangat vital dalam industri penyiaran. Kecendrungan masyarakat memiliki penilaian lebih terhadap radio dengan melihat kualitas dan performa penyiarnya. Penyiar dianggap sebagai salah satu magnet untuk meningkatkan perhatian pendengar, sehingga pasar akhirnya menjadi salah satu insan marketing handal untuk meningkatkan bisnis Radio.

“Televisi dan radio  harus benar-benar menguatkan diri  menjadi lembaga  penyiaran yang berkualitas . Itu bukan karena  ada KPI tetapi karena tantangan ke depan. Tantangan pencerdasan,  tantangan global dan tantangan zaman milenial.  Karena itu lembaga penyiaran kita kuatkan”. ujar Sunrsa

Lebih lanjut  Made Sunarsa menyampaikan “Kita tidak mungkin menaruh pesan kepada masyarakat melalui  lembaga penyiaran yang  tidak sehat.  Lembaga penyiaran yang hanya ada lagu-lagu.  Kepentingan KPI adalah memberikan pesan kepada masyarakat biar cerdas.  Oleh karena itu mari kita sehatkan lembaga penyiaran. Salah satunya aspeknya yang paling kuat adalah penyiarnya.  Penyiar ini kan bisa menjadi magnet . Nah kalau magnetnya sendiri lemah bagaimana orang mau dengar”. (GR)

Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya